JAKARTA – Legenda Ajax Amsterdam berdarah Maluku, Simon Tahamata, dikabarkan segera bergabung dengan staf kepelatihan Timnas Indonesia di bawah komando Patrick Kluivert.
Menurut laporan media Belanda Voetbal Primeur, pria keturunan Indonesia ini akan mengisi posisi prestisius sebagai Kepala Bidang Pemantau Bakat (Head of Scouting), sebuah langkah strategis untuk memperkuat skuad Garuda menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Simon Tahamata: Legenda dengan Pengalaman Emas
Simon Tahamata bukan nama sembarangan di kancah sepak bola Eropa. Pria berusia 68 tahun ini pernah menjadi ikon Ajax Amsterdam, membantu klub tersebut meraih tiga gelar Eredivisie (1976-1977, 1978-1979, dan 1979-1980) serta satu Piala KNVB. Dengan 22 caps bersama Timnas Belanda dan pengalaman melatih talenta muda di klub-klub ternama seperti Ajax, Beerschot, Al-Ahli, dan Standard Liege, kehadiran Tahamata diyakini akan membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia.
“Saya mendukung program naturalisasi dan banyak pemain asing keturunan Maluku juga bersedia untuk pulang kampung membela negaranya (Indonesia),” ujar Simon Tahamata, seperti dikutip dari Antara Maluku.
Peran Strategis Tahamata di Timnas Indonesia
Dalam peran barunya sebagai Kepala Pencari Bakat, Tahamata akan fokus mengidentifikasi talenta lokal maupun pemain keturunan di luar negeri, khususnya dari Belanda, untuk memperkaya komposisi Timnas Indonesia.
Langkah ini sejalan dengan visi PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir untuk membangun tim yang kompetitif di kancah internasional. Dengan pengalaman panjangnya sebagai pelatih teknik di akademi Ajax (2014–2024), Tahamata diharapkan mampu menemukan “permata tersembunyi” yang dapat mengangkat performa skuad Garuda.
Duet Maut dengan Patrick Kluivert
Kehadiran Tahamata semakin memperkuat nuansa Belanda di tubuh Timnas Indonesia. Sejak Patrick Kluivert resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari 2025, menggantikan Shin Tae-yong, skuad Garuda telah menarik perhatian dunia. Kluivert, legenda Timnas Belanda dan mantan striker Barcelona, dikenal karena pendekatan taktisnya yang modern. Kini, dengan tambahan Tahamata, tim kepelatihan Indonesia tampak semakin mewah dan penuh potensi.
“Patrick Kluivert akan menandatangani kontrak sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia yang baru. Kontrak 2 tahun plus opsi 2 tahun disetujui dan selesai, presentasi akan dilakukan pada 12 Januari di Indonesia. Tujuannya adalah mencapai kualifikasi Piala Dunia,” tulis jurnalis kenamaan Fabrizio Romano di Instagram.
Langkah Besar Menuju Piala Dunia 2026
Kehadiran Tahamata dan Kluivert menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia serius mengejar tiket Piala Dunia 2026. Dengan banyaknya pemain naturalisasi keturunan Belanda seperti Jay Idzes, Ragnar Oratmangoen, dan Maarten Paes, kolaborasi ini diharapkan mempermudah proses pencarian dan integrasi talenta baru.
Media Inggris The Guardian bahkan sempat mengomentari nuansa Belanda yang kental di Timnas Indonesia, hingga menyarankan nama “Hindia Belanda” sebagai julukan baru.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Meski penuh potensi, perjalanan Tahamata dan Kluivert tidak akan mudah. Tantangan besar menanti, termasuk memastikan konsistensi performa pemain di laga-laga krusial seperti melawan China dan Jepang pada Juni 2025.
Selain itu, PSSI juga masih mencari sosok Direktur Teknik yang ideal untuk melengkapi struktur kepelatihan. Nama Tahamata sendiri sempat dikaitkan dengan posisi tersebut, namun kini ia dipastikan akan fokus pada peran scouting.
Dengan pengalaman dan dedikasi Tahamata, serta visi besar Kluivert, Timnas Indonesia kini memiliki fondasi kuat untuk meraih prestasi di panggung dunia.