JAKARTA — Letnan Jenderal (Letjen) TNI Iwan Setiawan mendapat promosi menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Penunjukan tersebut tertuang dalam surat keputusan mutasi terbaru di lingkungan TNI yang diterima Mabesad pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Kepastian Iwan Setiawan menduduki jabatan Pangkostrad disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak seusai menghadiri taklimat Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
“Iya (Iwan Setiawan), masa belum pada denger,” ujar Maruli saat dikonfirmasi mengenai sosok yang ditunjuk mengisi posisi Pangkostrad.
Menurut Maruli, surat keputusan terkait pergantian sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI AD baru diterima sehari sebelum taklimat Presiden. Mutasi tersebut tidak hanya mencakup posisi Pangkostrad, tetapi juga sejumlah jabatan Panglima Daerah Militer (Pangdam).
“Kemarin baru ada suratnya. Bareng pangdam baru,” kata Maruli.
Pergantian pucuk pimpinan Kostrad tersebut, menurut Maruli, merupakan bagian dari mekanisme rutin dalam organisasi TNI AD. Ia menyebut rotasi jabatan dilakukan sebagai bentuk penyegaran, terutama bagi perwira yang telah menjalankan tugas dalam jabatan tertentu selama sekitar dua tahun.
“Oh, nggak, biasa kan organisasi, sudah bertugas dua tahun. Kita biasa pergantian,” ujarnya.
Sebelum mendapat kepercayaan menjadi Pangkostrad, Iwan Setiawan menjabat sebagai Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Danpussenif). Dengan penunjukan tersebut, ia akan meninggalkan posisi Danpussenif untuk mengemban tugas baru memimpin Kostrad.
Kostrad merupakan salah satu satuan strategis di lingkungan TNI AD. Jabatan Pangkostrad menjadi salah satu posisi penting dalam struktur komando Angkatan Darat.
Meski penunjukan Iwan Setiawan telah dikonfirmasi KSAD, Mabes TNI dan Mabesad belum menyampaikan jadwal pelaksanaan serah terima jabatan (sertijab) Pangkostrad. Nama perwira yang akan menggantikan Iwan Setiawan sebagai Danpussenif juga belum diumumkan hingga saat ini.