Kementerian Kesehatan RI melaporkan lima anak di Dusun Datai, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, meninggal dunia akibat kombinasi infeksi virus Influenza A/H1pdm09 dan bakteri Haemophilus influenzae.
Influenza A/H1pdm09—yang pernah dikenal sebagai flu babi dan sempat menjadi wabah global pada 2009—kini telah menjadi bagian dari influenza musiman, namun tetap berpotensi menyebabkan kasus berat pada kelompok rentan.
Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan kondisi lingkungan di Dusun Datai sangat memprihatinkan. Fasilitas kesehatan dasar hampir tidak tersedia, tidak ada MCK, tidak ada sistem pembuangan sampah, ventilasi rumah sangat buruk, dan aktivitas memasak menggunakan kayu bakar dilakukan di ruang yang sama dengan tempat tidur.
Situasi tersebut meningkatkan risiko penularan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terutama pada balita.
Selain masalah sanitasi, petugas medis menemukan banyak warga mengalami kekurangan gizi dan cakupan imunisasi dasar yang rendah. Pemeriksaan laboratorium juga mendeteksi adanya kombinasi infeksi Influenza A/H1pdm09, pertusis, adenovirus, dan bocavirus.
Rendahnya status gizi serta kekebalan tubuh memperparah kondisi anak-anak, sehingga lebih rentan mengalami komplikasi serius.
“Kami menemukan rumah-rumah sangat padat, ventilasi minim, banyak nyamuk, dan warga terpapar asap kayu bakar setiap hari. Kondisi seperti ini membuat penyakit pernapasan mudah menyebar, terutama pada anak-anak,” ujar Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Sumarjaya.