JAKARTA – Lin Jarvis akhirnya berpisah sepenuhnya dengan Yamaha setelah sebelumnya mundur dari posisi manajer tim dan beralih menjadi penasihat eksternal. Eksekutif asal Inggris itu mengumumkan niatnay untuk menjadi independen dan membuka pengalaman panjangnya di dunia balap, khususnya MotoGP, bagi siapa pun yang membutuhkan.
Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan karier Jarvis selama lebih dari tiga dekade bersama Yamaha. Ia memulai kiprahnya di departemen komunikasi dan pemasaran pada 1993 sebelum naik menjadi manajer umum. Posisi direktur pelaksana kini digantikan oleh Paolo Pavesio, sementara Jarvis sempat tetap menjalin hubungan dengan pabrikan Iwata sebagai penasihat senior.
Dilansir dari Motorsport, Jumat (26/12/2025), salah satu tugas penting yang dijalankan Jarvis adalah mewakili Yamaha dalam negosiasi kontrak baru antara tim MotoGP dan promotor Dorna untuk periode 2027–2031. Direktur olahraga kejuaraan, Carlos Ezpeleta, menyebut proses pembaruan kontrak berjalan lancar dan optimis segera rampung.
Meski perannya sebagai penghubung dengan Dorna masih mengharuskannya hadir di beberapa pertemuan, tugas Jarvis akan berakhir setelah kesepakatan baru ditandatangani.
Lin Jarvis dan Valentino Rossi
Selama masa jabatannya, Jarvis dikenal sebagai sosok yang membawa Yamaha bangkit sejak pertengahan 2000-an. Keputusan monumental yang ia ambil adalah merekrut Valentino Rossi pada 2004, langkah yang mengubah peta persaingan MotoGP. Bersama Rossi, Yamaha mendominasi musim 2004, 2005, 2008, dan 2009, sebelum memasuki era Jorge Lorenzo yang menghadirkan gelar juara pada 2010, 2012, dan 2015.
Secara keseluruhan, Yamaha meraih delapan gelar juara dunia di bawah kepemimpinan Jarvis, termasuk gelar Fabio Quartararo pada 2021. Salah satu kontribusi terakhirnya adalah memastikan kembalinya tim satelit dengan bergabungnya Pramac menjelang musim 2025.