JAKARTA – Ketertarikan Liverpool terhadap Ollie Watkins kian serius seiring kebutuhan mereka akan penyerang baru.
Namun bagi Aston Villa, mempertahankan sang predator tajam adalah kunci menjaga stabilitas tim di Eropa.
Ambisi Liverpool untuk memperkuat lini serang membawa mereka melirik bintang Aston Villa, Ollie Watkins.
Penyerang asal Inggris yang diboyong dari Brentford pada 2020 seharga £28 juta ini telah berkembang menjadi mesin gol andalan di Villa Park.
Dengan koleksi 87 gol dan 42 assist dari lebih dari 200 pertandingan, Watkins menjadi salah satu aset terpenting di Liga Primer Inggris.
Minat The Reds terhadap Watkins mencuat di tengah ketidakpastian masa depan Darwin Núñez dan kehilangan Diogo Jota yang meninggal akibat kecelakaan.
Laporan dari Daily Mail mengungkapkan bahwa Watkins terbuka terhadap pendekatan dari Liverpool.
Meski bukan opsi utama—karena target utama mereka adalah Alexander Isak dari Newcastle—Watkins dianggap sebagai alternatif yang tak kalah menjanjikan.
Watkins Jadi Kunci Stabilitas Villa di Panggung Eropa
Aston Villa berada di persimpangan penting. Di satu sisi, menjaga keberlanjutan finansial dan aturan PSR (Profitability and Sustainability Rules) menjadi keharusan.
Di sisi lain, melepas pemain dengan kontribusi vital seperti Watkins bisa jadi pukulan telak dalam upaya mereka menembus papan atas Liga Primer dan Eropa.
Watkins bukan hanya mesin gol, tapi juga kreator peluang, pemecah pertahanan lawan, dan roh dalam sistem serangan Villa.
Jika dilepas, mencari pengganti sepadan bukan perkara mudah. Nama-nama seperti Gonçalo Ramos dan Alexander Sørloth memang sempat dikaitkan, namun efektivitas mereka di Liga Inggris masih tanda tanya.
Villa lebih bijak menjadikan Watkins sebagai poros proyek jangka panjang. Komitmen baru dan peningkatan kontrak adalah sinyal kuat bahwa klub ini serius membangun masa depan bersama sang bintang.
“Daily Mail melaporkan bahwa pemain tersebut terbuka terhadap tawaran, dan Liverpool bisa bergerak cepat jika Newcastle tidak melepas Isak.”
Dengan kontrak yang masih berlaku hingga 2028, Villa masih punya waktu, namun tekanan pasar dan strategi tim besar seperti Liverpool bisa mengubah segalanya dalam sekejap.
Kegagalan mempertahankan Watkins bisa merusak fondasi tim, sementara mempertahankannya justru memperkuat identitas dan ambisi klub.***