JAKARTA – Liverpool menghadapi persoalan baru setelah Alexander Isak dan Cody Gakpo mengalami masalah kebugaran saat membela tim nasional masing-masing.
Isak lebih dulu meninggalkan skuad Swedia setelah mengalami gangguan pada bagian paha yang membuatnya tidak bisa melanjutkan agenda internasional.
Cedera tersebut disebut masih tergolong ringan sehingga Liverpool belum sepenuhnya khawatir kehilangan striker tersebut dalam jangka panjang.
Mengutip Liverpool.com, Senin (5/10/2026), situasi berbeda dialami Gakpo yang mengalami masalah pada pergelangan kaki ketika memperkuat Belanda menghadapi Serbia.
Winger Liverpool itu terpaksa meninggalkan pertandingan setelah mendarat dalam posisi yang kurang ideal dan merasakan sakit pada pergelangan kakinya.
Pemeriksaan medis kemudian dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera Gakpo serta memperkirakan durasi pemulihannya.
Kondisi kedua pemain menjadi perhatian Liverpool karena jadwal pertandingan klub akan kembali padat setelah jeda internasional berakhir.
Liverpool harus menghadapi rangkaian pertandingan penting di Premier League, Liga Champions, hingga EFL Cup dalam beberapa pekan mendatang.
Namun, terdapat sisi lain dari persoalan tersebut yang berpotensi memberikan perlindungan finansial bagi Liverpool.
FIFA memiliki Club Protection Programme, yakni skema perlindungan bagi klub ketika pemain mengalami cedera saat menjalankan tugas internasional.
Program tersebut dapat memberikan kompensasi kepada klub untuk membantu menanggung gaji pemain yang mengalami cedera serius ketika membela tim nasional.
Berdasarkan ketentuan program, cedera harus membuat pemain mengalami ketidakmampuan total sementara selama lebih dari 28 hari berturut-turut.
Kompensasi dihitung berdasarkan gaji tetap pemain dengan batas maksimal pembayaran mencapai €20.548 atau sekitar Rp416,3 juta per hari.
FIFA menetapkan batas kompensasi maksimal sebesar €7,5 juta atau setara sekitar Rp151,9 miliar untuk satu pemain dalam satu kasus cedera.
Program ini tidak otomatis membuat Liverpool menerima uang karena durasi cedera dan seluruh persyaratan klaim harus terlebih dahulu memenuhi ketentuan FIFA.
Artinya, cedera Isak belum tentu menghasilkan kompensasi karena masalah pahanya masih disebut ringan dan berpeluang pulih sebelum melewati batas waktu tersebut.
Sementara itu, kondisi Gakpo menjadi lebih menarik untuk dipantau karena tingkat cedera pergelangan kakinya belum diketahui secara pasti.
Jika Gakpo harus absen lebih dari 28 hari akibat cedera yang dialami saat menjalankan tugas internasional, Liverpool berpotensi mengajukan klaim.
Nilai pembayaran akhirnya tetap bergantung pada gaji tetap pemain, durasi ketidakhadiran, serta batas maksimum yang ditentukan FIFA.
Karena itu, angka Rp151,9 miliar merupakan batas maksimal, bukan nilai kompensasi yang sudah dipastikan akan diterima Liverpool.
Liverpool tentu lebih menginginkan Isak dan Gakpo segera pulih daripada mendapatkan kompensasi finansial dari FIFA.
Kedalaman skuad Liverpool akan diuji karena tim harus menjalani jadwal berat setelah jeda internasional, termasuk pertandingan melawan Manchester City.
Arsenal dan Chelsea juga masuk dalam rangkaian lawan yang berpotensi membutuhkan kekuatan penuh Liverpool untuk menjaga persaingan.
Dengan demikian, perkembangan medis Isak dan Gakpo dalam beberapa hari ke depan menjadi sangat penting bagi Liverpool.
Jika keduanya kembali berlatih dalam waktu dekat, Liverpool kemungkinan tidak memiliki dasar untuk memperoleh kompensasi melalui program perlindungan FIFA.
Sebaliknya, cedera panjang Gakpo dapat membuka peluang bagi Liverpool untuk mendapatkan penggantian sebagian gaji sesuai ketentuan Club Protection Programme.***