JAKARTA – Harga logam mulia Antam mengalami lonjakan signifikan seiring meningkatnya harga emas global dan depresiasi rupiah terhadap dolar AS, dengan potensi menembus level Rp3 juta per gram minggu ini.
Hari ini, logam mulia Antam dijual Rp2.652.000 per gram, naik Rp21.000 dibandingkan Senin lalu, sementara harga emas dunia berada di USD4.587 per troi ons, menurut Bloomberg.
Ibrahim Assuaibi, analis pasar uang, menekankan, “Kalau harga emas dunia terus naik, kemungkinan bisa menembus harga USD4.700 per troi ons, dan harga logam mulia mencapai Rp3.100.000 per gram.”
Peningkatan harga emas global didorong oleh ketidakpastian politik AS dan ketegangan geopolitik internasional, termasuk sorotan terhadap bank sentral AS, The Fed.
Jaksa Agung AS sedang membidik Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait dugaan penguapan dana renovasi gedung bank sentral, dan juga memanggil Lisa Cook, pejabat The Fed yang dipecat Presiden Trump.
“Selain itu AS akan menyelenggarakan pemilu sela, serta mencuatnya seruan impeachment terhadap Presiden Trump,” tambah Ibrahim, menyoroti dinamika politik domestik AS yang memengaruhi pasar emas.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menguat akibat melemahnya ekonomi dan pasar tenaga kerja AS, yang mendorong investor beralih ke emas sebagai aset aman.
Di sisi geopolitik, Ibrahim menekankan, kondisi Iran yang dilanda aksi unjuk rasa, dan ancaman timbal balik antara AS dan Iran, menjadi faktor utama ketidakstabilan pasar.
Tensi geopolitik Eropa juga diperkirakan meningkat, setelah pernyataan kontroversial Presiden Trump terkait Greenland, sementara konflik Rusia-Ukraina masih berlanjut.
Di dalam negeri, melemahnya rupiah terhadap dolar AS turut mempercepat kenaikan harga logam mulia, di samping permintaan domestik yang lebih tinggi daripada pasokan emas yang tersedia.***
