BOYOLALI – Belasan rumah di dua desa yang berada di lereng Gunung Merapi, Boyolali, mengalami kerusakan parah akibat tanah longsor yang terjadi pada Minggu malam (23/2/2025), seiring dengan hujan deras yang terus mengguyur kawasan tersebut.
Meski tak ada korban jiwa, satu warga dilaporkan mengalami luka ringan.
“Bencana hidrometeorologi, berupa tanah longsor akibat cuaca ekstrem dengan hujan deras yang berlangsung sepanjang Minggu malam, mengakibatkan kerusakan parah di Desa Senden, Selo, dan Kembang Kuning, Cepogo,” ungkap Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno, seperti dilansir dari MI, di sela penanganan longsor di Senden, Senin (24/2).
Selain merusak delapan rumah di Senden dan enam rumah di Kembang Kuning, longsor juga menutup jalur utama Selo-Selo-Borobudur (SSB) serta beberapa jalan desa.
Hingga Senin siang, ratusan relawan, polisi, tentara, serta warga sekitar masih bekerja membersihkan puing-puing longsoran, termasuk jalan yang tertutup di beberapa desa dan SSB.
“Jalur SSB sudah bisa dibuka dengan bantuan alat berat dari DPU PR Boyolali, namun untuk jalan desa dan akses ke perkampungan yang tertutup, pembersihannya masih dalam proses karena alat berat besar belum dapat masuk,” tambah Suratno.
BPBD Boyolali terus mengingatkan warga yang tinggal di lereng Merapi dan Merbabu agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat cuaca ekstrem dan musim hujan masih berlangsung hingga akhir Februari dan Maret.
Sejak Senin sore, BPBD juga telah membagikan logistik kepada korban longsor dan mendirikan beberapa posko kebencanaan untuk kesiapan menghadapi bencana di wilayah tersebut. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali juga tetap berada di lokasi untuk mengawasi dampak tanah longsor.
“Proses asesmen masih terus berjalan, dan logistik juga terus kami salurkan,” pungkas Suratno.