JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mencatat capaian signifikan pada 2025.
Total kunjungan wisatawan mencapai 1,4 juta orang, memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional dan internasional.
InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melaporkan bahwa angka kunjungan wisatawan KEK Mandalika sepanjang 2025 berasal dari wisatawan domestik dan mancanegara.
Para wisatawan datang melalui berbagai agenda wisata, olahraga, dan kegiatan berskala besar.
Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas kolaborasi yang mampu menjaga performa kawasan pariwisata Mandalika tetap positif dan konsisten sepanjang tahun.
“Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan,” katanya dalam keterangan di Mataram, Sabtu (17/1/2026).
Capaian tersebut mencerminkan geliat pariwisata Mandalika yang terus berkembang melalui penguatan event, optimalisasi sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), serta peningkatan kualitas pengalaman destinasi.
Sepanjang 2025, tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika tercatat stabil dengan rata-rata okupansi berada di kisaran 55 persen, menunjukkan keseimbangan antara suplai dan permintaan akomodasi.
Kinerja okupansi tersebut ditopang oleh tingginya aktivitas kawasan dengan total pergerakan wisatawan yang menembus lebih dari 1,4 juta kunjungan dalam satu tahun kalender.
“Puncak okupansi terjadi pada periode Juli hingga Agustus, seiring penyelenggaraan berbagai kegiatan nasional dan internasional serta momentum libur sekolah,” katanya.
Stabilitas kinerja pariwisata pada Semester II 2025 juga dipengaruhi oleh padatnya agenda nasional dan internasional yang rutin digelar di kawasan Mandalika.
“Hal ini berdampak pada tingginya pergerakan wisatawan, penguatan positioning destinasi, dan menjaga kepercayaan pelaku industri pariwisata pada kawasan yang dikelola ITDC,” katanya.
ITDC mencatat lonjakan hunian hotel terjadi secara merata di seluruh segmen, mulai dari hotel kelas menengah hingga premium, yang menandakan kuatnya efek berganda terhadap ekonomi lokal.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong length of stay dan visitor spending yang lebih tinggi.”
“Serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.***