JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB Koperasi) menggelar Evaluasi Program Inkubator 2025 di Makassar sebagai langkah memperkuat arah pembinaan koperasi menjelang fokus besar tahun 2026.
Agenda evaluasi tersebut dipandang sebagai titik penting untuk mematangkan kualitas pendampingan menuju akselerasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang kini masuk prioritas nasional.
Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan ini, termasuk Destry Anna Sari dari Kementerian Koperasi dan Elfis Rudi dari PT Agrinas Pangan Nusantara bersama jajaran direksi LPDB Koperasi.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan bahwa inkubasi merupakan fondasi pembentukan koperasi modern yang siap bersaing melalui peningkatan tata kelola yang profesional.
“LPDB Koperasi berkomitmen untuk terus menyempurnakan layanan penyaluran dana bergulir maupun program inkubator agar terbentuk ekosistem koperasi yang inklusif, kuat, dan berkelanjutan.”
“Tahun 2026, fokus kami secara khusus diarahkan pada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari program prioritas nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (23/11/2025).
Sepanjang 2025, LPDB Koperasi bermitra dengan 15 lembaga inkubator yang melakukan pendampingan enam bulan terhadap 187 tenant koperasi di 11 provinsi, dari Aceh hingga Sulawesi Tengah.
Proses pendampingan meliputi penguatan organisasi, perbaikan tata kelola usaha dan keuangan, penyusunan RAT, hingga pengembangan jejaring kemitraan untuk memperluas peluang bisnis koperasi.
Dari pendampingan itu, tercatat 56 tenant koperasi berhasil memperoleh komitmen kerja sama, investasi, dan pendanaan senilai total Rp105,1 miliar, sementara 22 tenant lain telah mengajukan pendanaan melalui skema dana bergulir LPDB.
Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menyampaikan bahwa evaluasi ini menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan strategi inkubasi semakin tepat sasaran.
“Kami berharap lembaga inkubator semakin memiliki pemahaman yang lebih baik dalam melaksanakan inkubasi koperasi, terutama dalam mendukung penguatan koperasi desa sebagai prioritas nasional.”
“Saat ini LPDB Koperasi juga telah membuka pendaftaran Program Inkubasi Tahun 2026 sejak 2 Oktober hingga 2 Desember 2025 dengan sasaran KDKMP dan koperasi sektor riil,” jelasnya.
LPDB Koperasi menegaskan bahwa inkubasi menjadi instrumen pendukung utama dalam mendorong koperasi desa tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi lokal yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.
“LPDB Koperasi menegaskan bahwa program inkubator akan terus berkembang secara berkelanjutan dan adaptif sesuai kebutuhan koperasi di berbagai daerah.”
“Penguatan inkubator menjadi langkah strategis dalam memastikan koperasi mampu naik kelas dan menjadi pemain penting dalam perekonomian nasional,” lanjut Krisdianto.
Sebagai bentuk apresiasi, LPDB Koperasi memberikan penghargaan kepada Inkubator Cah Angon dari Jawa Timur sebagai lembaga inkubator terbaik tahun 2025.
Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong lembaga inkubator lain untuk semakin bersemangat dalam mendampingi koperasi agar tumbuh dan memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat.***