JAKARTA – Juventus memastikan masa depan Luciano Spalletti tetap aman meski tersingkir secara menyakitkan dari Liga Champions dan tertinggal jauh dalam perburuan gelar Serie A musim ini.
Keputusan Juventus soal Luciano Spalletti menjadi sorotan setelah kekalahan dramatis dari Galatasaray di ajang Liga Champions UEFA memicu spekulasi perubahan pelatih di Turin.
Di laga penentuan tersebut, Juventus gagal meraih tiket 16 besar meski sempat unggul 3-0 sebelum akhirnya Galatasary mencetak dua gol dengan skor akhir akhir 3-2. Kemenangan sia-sia Si Nyonya Tua karenta tertinggal agregat 2-5.
Namun manajemen Bianconeri menegaskan bahwa Luciano Spalletti tetap menjadi bagian utama proyek jangka panjang klub meski tekanan meningkat usai kegagalan di kompetisi Eropa dan posisi yang belum kompetitif di Serie A.
Direktur Sepak Bola Juventus sekaligus legenda klub, Giorgio Chiellini, berbicara kepada Sky Sport Italia melalui laporan Fabrizio Romano dan menegaskan bahwa hasil di Eropa tidak mengubah arah kebijakan klub.
“Kontrak baru untuk Luciano Spalletti tidak pernah diragukan. Itu adalah salah satu prioritas kami. Kami akan segera bertemu untuk membahas detail kesepakatan.”.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Juventus tidak ingin mengulang kebiasaan lama mengganti pelatih setiap kali proyek olahraga mengalami guncangan besar.
Drama Allianz Stadium dan Luka yang Masih Terasa
Juventus sebenarnya sempat membakar harapan publik Turin ketika berhasil membalikkan keadaan di leg kedua dengan keunggulan 3-0 pada waktu normal sehingga agregat imbang 5-5.
Atmosfer di Allianz Stadium sempat berubah menjadi lautan optimisme sebelum akhirnya dua gol krusial dari Victor Osimhen memupus ambisi comeback dan menghidupkan kembali asa wakil Istanbul.
Kartu merah yang membuat Juventus harus bermain dengan 10 orang menjadi titik balik yang sulit dipulihkan, sementara organisasi permainan yang rapuh dimanfaatkan maksimal oleh Galatasaray.
Meski tersingkir, banyak pengamat menilai Spalletti justru menunjukkan kapasitas kepemimpinannya dengan membangkitkan mental tim dalam situasi tertekan.
Spalletti dan Proyek Jangka Panjang Juventus
Luciano Spalletti datang dengan reputasi sebagai pelatih peraih Scudetto bersama Napoli dan diharapkan membawa stabilitas serta identitas permainan yang lebih jelas bagi Juventus.
Musim ini memang belum berjalan sesuai ekspektasi karena jarak poin di Serie A masih cukup lebar dari papan atas, tetapi manajemen melihat fondasi taktik dan karakter tim mulai terbentuk.
Keputusan mempertahankan Spalletti juga menjadi pesan bahwa Juventus ingin menghentikan siklus instabilitas yang menghantui klub dalam beberapa musim terakhir.
Sejak era pertama Massimiliano Allegri berakhir, Juventus tercatat silih berganti menunjuk Maurizio Sarri, Andrea Pirlo, Allegri untuk periode kedua, Thiago Motta, hingga Igor Tudor tanpa keberlanjutan proyek jangka panjang.
Sarri sempat mempersembahkan gelar Serie A terakhir klub, Pirlo memenangkan Coppa Italia, namun konsistensi dan kesinambungan tak pernah benar-benar terjaga.
Kini manajemen tampaknya memilih jalur berbeda dengan memberikan kepercayaan penuh kepada Spalletti untuk membangun ulang identitas Juventus secara bertahap.
Fokus Bangkit di Serie A
Tersingkir dari Liga Champions membuat Juventus kini bisa memusatkan energi sepenuhnya pada kompetisi domestik.
Perburuan gelar Serie A memang tidak mudah, namun konsistensi di sisa musim menjadi target realistis untuk mengamankan posisi Liga Champions musim depan.
Kepercayaan publik terhadap Spalletti akan sangat ditentukan oleh respons tim dalam beberapa pekan ke depan.
Bagi Juventus, stabilitas mungkin menjadi kemenangan pertama yang harus diraih sebelum trofi benar-benar kembali ke Turin.***