JAKARTA — Austin Reaves mengungkap proses terbentuknya persahabatan dengan Luka Doncic di Los Angeles Lakers yang ternyata tidak langsung terjalin setelah sang bintang asal Slovenia bergabung dengan tim tersebut.
Keduanya kini menjadi figur penting dalam masa depan Lakers setelah era LeBron James memasuki babak baru, dengan Reaves berkembang menjadi andalan tim dan Doncic membawa reputasi sebagai salah satu pemain elite NBA.
Meski langsung menunjukkan kecocokan saat bermain bersama, hubungan personal Reaves dan Doncic membutuhkan waktu untuk berkembang karena sang pemain Slovenia masih beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Dalam laporan Chris Mannix dari Sports Illustrated, Reaves menceritakan bahwa Doncic cenderung menjaga jarak setelah meninggalkan Dallas Mavericks dan bergabung dengan Lakers.
“Dia agak menutup diri,” kata Reaves ketika menggambarkan kondisi Doncic pada masa awal kedatangannya, dikutip dari Lakers Nation, Selasa (13/10/2026).
Reaves mengakui bahwa komunikasi mereka di luar lapangan tidak langsung berjalan akrab, meskipun keduanya mampu membangun koneksi yang kuat ketika bertanding.
“Selama hampir sepanjang sisa tahun itu, kami sebenarnya tidak terlalu banyak berbicara satu sama lain,” ujar Reaves.
Pemain asal Arkansas tersebut memahami bahwa Doncic sedang menghadapi situasi emosional setelah meninggalkan Dallas, klub yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
“Saya tahu dia sedang menghadapi berbagai hal terkait pertukaran pemain itu dan merasa kecewa,” kata Reaves.
Alih-alih memaksakan kedekatan, Reaves memilih memberikan ruang kepada rekan setimnya agar hubungan mereka berkembang secara alami.
“Saya bukan tipe orang yang akan memaksakan sebuah persahabatan, jadi saya membiarkan semuanya berkembang secara alami,” tuturnya.
Pendekatan tersebut akhirnya membuahkan hasil karena hubungan mereka semakin erat, bahkan Reaves kini menganggap Doncic sebagai salah satu teman dekatnya.
Perjalanan Doncic menuju Los Angeles sendiri tidak terlepas dari keputusan mengejutkan Dallas Mavericks yang melepas pemain andalannya setelah bertahun-tahun menjadikannya pusat pembangunan tim.
Manajemen Mavericks sebelumnya telah menginvestasikan banyak sumber daya untuk membentuk skuad kompetitif di sekitar Doncic demi mengejar gelar juara NBA.
Karena itu, keputusan pertukaran tersebut memicu keterkejutan dan kekecewaan, terlebih banyak pihak mempertanyakan alasan Dallas melepas pemain sekaliber Doncic dengan imbalan yang dinilai tidak sebanding.
Sebaliknya, Lakers memperoleh keuntungan besar dari kesepakatan tersebut karena berhasil mendatangkan pemain generasi elite yang berpotensi menjadi fondasi utama tim dalam persaingan menuju gelar juara.
Kini, Doncic terlihat semakin nyaman menjalani kehidupan dan kariernya di Los Angeles, terlebih ia memiliki kesempatan membangun prestasi bersama Lakers sekaligus memperkuat persahabatan dengan Reaves.
Luka Doncic Menyesali Keputusan Kembali Bermain Saat Cedera
Di balik perkembangan positif tersebut, Doncic juga memiliki pengalaman pahit setelah mengalami cedera hamstring kiri tingkat dua pada penghujung musim sebelumnya.
Cedera itu terjadi beberapa pekan sebelum babak playoff ketika Lakers menghadapi Oklahoma City Thunder dalam pertandingan yang berakhir dengan kekalahan telak.
Doncic mengalami gangguan pada hamstringnya pada paruh pertama pertandingan, tetapi memutuskan kembali bermain meskipun peluang timnya untuk mengejar ketertinggalan sudah sangat kecil.
Keputusan tersebut kemudian menjadi penyesalan bagi Doncic karena cedera yang dialaminya berdampak pada persiapannya menghadapi fase krusial kompetisi.
Pengalaman itu menjadi pengingat bahwa keputusan untuk terus bermain ketika mengalami gangguan fisik dapat membawa risiko besar, terutama bagi pemain utama yang diandalkan tim sepanjang musim.
Bagi Lakers, menjaga kebugaran Doncic dan membangun kerja sama yang solid dengan Reaves menjadi faktor penting dalam upaya mempertahankan daya saing mereka di NBA.***