Swiss mengumumkan pembekuan aset yang dimiliki Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan sejumlah orang dekatnya yang tersimpan di wilayah Swiss. Kebijakan ini diumumkan pada Senin, hanya dua hari setelah pasukan khusus Amerika Serikat menangkap Maduro dalam operasi militer mendadak sebelum fajar di Caracas.
Dalam pernyataan resminya, Dewan Federal Swiss menyebutkan bahwa pembekuan aset tersebut berlaku segera dan akan berlangsung selama empat tahun. Langkah ini diambil untuk mencegah pengalihan atau pelarian aset yang diduga berasal dari sumber tidak sah.
Pengumuman tersebut bertepatan dengan agenda Maduro untuk menghadapi sidang di pengadilan federal New York atas tuduhan narko-terorisme dan pelanggaran senjata.
Respons Global atas Operasi Militer AS
Kebijakan Swiss ini menyusul operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari yang dikenal sebagai “Operation Absolute Resolve”. Dalam operasi tersebut, pasukan elite Angkatan Darat Amerika Serikat menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, di kediaman mereka di Caracas. Keduanya kemudian diterbangkan ke New York dan saat ini ditahan di Metropolitan Detention Center.
Pemerintah Swiss menegaskan bahwa pembekuan aset ini tidak berlaku bagi pejabat aktif pemerintahan Venezuela lainnya. Swiss juga menyatakan komitmennya untuk membantu mengembalikan dana yang terbukti diperoleh secara ilegal demi kepentingan rakyat Venezuela.
Kebijakan ini memperluas sanksi yang telah diberlakukan Swiss sejak Maret 2018, saat negara tersebut mengikuti langkah Uni Eropa dalam menjatuhkan sanksi terhadap pejabat tinggi Venezuela.
Ketidakpastian Politik dan Proses Hukum
Di dalam negeri Venezuela, Mahkamah Agung Venezuela telah melantik Wakil Presiden Delcy Rodríguez sebagai presiden sementara. Namun, langkah tersebut ditentang oleh pemimpin oposisi Edmundo González Urrutia, yang mengklaim memenangkan pemilihan presiden Juli 2024 dan menuntut pengakuan internasional sebagai kepala negara yang sah.
Situasi ini mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjadwalkan pertemuan darurat untuk membahas operasi militer AS. Pertemuan tersebut diminta oleh Kolombia dan mendapat dukungan dari China serta Rusia.
Sementara itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan Maduro menghadapi dakwaan serius, termasuk konspirasi narko-terorisme, penyelundupan kokain ke AS, serta pelanggaran terkait senjata.
Dakwaan tersebut merupakan pengembangan dari kasus yang pertama kali diajukan pada 2020. Maduro dijadwalkan hadir di hadapan Hakim Alvin K. Hellerstein di pengadilan federal Manhattan pada Senin siang waktu setempat.
