JAKARTA – Presiedn Venezuela, Nicolas Maduro mengajukan permohonan resmi kepada pengadilan Amerika Serikat untuk membatalkan dakwaan terhadap dirinya. Dokumen yang diperoleh RIA Novosti menyebut, “Presiden Maduro dengan hormat memohon kepada pengadilan ini untuk menolak Dakwaan Pengganti Keempat terhadap dirinya.”
Tim pembela Maduro menegaskan hak-haknya telah dilanggar sepanjang proses hukum.
Penangkapan di New York
Dilansir dari Sputnik, Jumat (27/2/2026), pada 3 Januari, otoritas AS menangkap Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, dan membawa mereka ke New York. Keduanya dituduh terlibat dalam kasus “narkoterorisme”. Dalam sidang perdana, Maduro dan Flores menyatakan tidak bersalah.
Pascapenangkapan, Mahkamah Agung Venezuela menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai penjabat presiden. Rodriguez resmi dilantik pada 5 Januari.
Hubungan Caracas–Washington
Sejak peristiwa tersebut, Washington dan Caracas mengambil sejumlah langkah untuk mencairkan hubungan yang lama tegang. Namun, proses hukum terhadap Maduro tetap menjadi sorotan utama dalam dinamika politik kedua negara.