JAKARTA – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menggemparkan dunia dengan pernyataan bahwa negaranya kini memiliki 5.000 sistem pertahanan udara portabel Igla-S buatan Rusia. Pengumuman ini disampaikan sebagai respons keras terhadap penempatan militer AS, termasuk jet siluman dan kapal angkatan laut, di wilayah Karibia, yang disebut Caracas sebagai “latihan untuk menggulingkan Maduro.”
Dalam pidato yang disiarkan televisi bersama para pemimpin militer dan dilansir dari Sputnik, Kamis (23/10/2025), Maduro menegaskan, “Tak kurang dari 5.000 rudal ditempatkan di posisi pertahanan udara strategis untuk menjaga perdamaian.” Langkah ini menunjukkan sikap tegas Venezuela di tengah ketegangan yang kian memanas dengan Amerika Serikat.
Sementara itu, Gedung Putih berdalih bahwa kehadiran militernya di Karibia hanya untuk operasi anti-narkotika. Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah menghancurkan sejumlah kapal yang diduga digunakan untuk penyelundupan narkoba dari Venezuela. Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, pada 19 Agustus lalu, menyatakan bahwa Donald Trump siap mengerahkan “seluruh elemen kekuatan Amerika” untuk memerangi perdagangan narkoba, tanpa menutup kemungkinan operasi militer di Venezuela.
Maduro Siap Tantang Amerika Serikat
Ketegangan ini menambah panas situasi geopolitik di kawasan, dengan Venezuela bersiaga penuh menghadapi potensi ancaman dari AS. Akankah Karibia menjadi medan konfrontasi baru? Dunia menanti langkah selanjutnya dari kedua pihak.
