BANDUNG — Manajemen Persib Bandung memastikan seluruh pemain, pelatih, dan official tim berada dalam kondisi aman setelah insiden kericuhan suporter yang terjadi usai laga kontra PSM Makassar di Stadion B.J. Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026).
Kepastian itu disampaikan Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyusul beredarnya video dan laporan situasi memanas di area stadion selepas pertandingan pekan ke-33 Super League 2025-2026 tersebut.
Persib menegaskan tidak ada anggota tim yang mengalami cedera meski sempat terjadi kepanikan ketika sejumlah penonton turun ke lapangan usai laga berakhir.
“Alhamdulillah, kami memastikan seluruh pemain, tim pelatih, official, dan rombongan Persib berada dalam kondisi aman, sehat, serta tidak mengalami cedera setelah pertandingan melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5),” tulis pernyataan resmi Persib, dikutip Senin (18/5/2026).
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Maung Bandung di kandang lawan diduga menjadi pemicu kekecewaan sebagian pendukung tuan rumah. Situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan, ketika sejumlah oknum suporter masuk ke area lapangan dan melakukan pengejaran terhadap beberapa pemain Persib.
Insiden tersebut langsung memicu perhatian publik sepak bola nasional. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi tidak kondusif di sekitar area lapangan hingga lorong stadion. Dalam salah satu video, terlihat dugaan tindakan tendangan yang diarahkan kepada pemain Persib saat proses evakuasi tim berlangsung.
Meski demikian, manajemen Persib memastikan langkah pengamanan cepat dilakukan demi melindungi seluruh anggota tim dari potensi risiko yang lebih besar.
Dalam keterangannya, klub menegaskan aspek keselamatan menjadi prioritas utama di tengah situasi yang berkembang di stadion.
“Keselamatan seluruh anggota tim selalu menjadi prioritas utama. Karena itu, langkah-langkah penyesuaian situasi di lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh pemain dan official dapat kembali ke area yang aman dengan baik,” lanjut pernyataan tersebut.
Persib juga menyinggung pentingnya menjaga sportivitas dan keamanan dalam atmosfer kompetisi sepak bola nasional. Klub asal Bandung itu menilai emosi dalam pertandingan merupakan hal wajar, namun tetap harus berada dalam koridor saling menghormati.
“Persib memahami bahwa sepak bola menghadirkan emosi, harapan, dan antusiasme yang besar bagi banyak pihak. Kami percaya semangat sportivitas, saling menghormati, serta menjaga keamanan bersama merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin positif dan profesional,” tulis klub.
Di tengah situasi tersebut, Persib turut menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang membantu mengendalikan kondisi di stadion sehingga rombongan tim dapat dievakuasi dengan aman.
“Kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang turut membantu memastikan situasi dapat terkendali sehingga rombongan tim berada dalam kondisi aman,” sambung pernyataan itu.
Kemenangan atas PSM Makassar menjadi hasil penting bagi Persib dalam persaingan papan atas Super League musim ini. Tambahan tiga poin membuat kepercayaan diri skuad asuhan Bojan Hodak tetap terjaga menjelang pertandingan penutup musim.
Setelah meninggalkan Parepare, Persib dijadwalkan langsung kembali ke Bandung pada Senin (18/5/2026) untuk mempersiapkan laga pamungkas melawan Persijap Jepara.
Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026), dan diprediksi menjadi sorotan besar publik sepak bola nasional, terutama setelah insiden yang terjadi di Parepare.
“Terima kasih atas perhatian, doa, dan dukungan yang terus diberikan kepada tim. InsyaAllah, rombongan Persib akan kembali ke Bandung hari ini untuk melanjutkan persiapan dengan penuh tanggung jawab dan semangat,” tutup Persib.