JAKARTA – Manchester City resmi memperkenalkan Tijjani Reijnders sebagai rekrutan terbaru mereka pada Rabu, 11 Juni 2025.
Pemain yang sebelumnya memperkuat AC Milan ini kini menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia karena garis keturunannya yang berasal dari Maluku.
Reijnders menjadi pemain berdarah Indonesia ketiga yang pernah berseragam The Citizens, setelah Nigel de Jong dan Gabriel Han Willhoft-King.
Penampilan konsisten dan dominan Tijjani bersama Rossoneri menarik perhatian manajer Manchester City, Pep Guardiola.
Ketika City kehilangan figur penting di lini tengah, Kevin De Bruyne, pelatih asal Spanyol itu menilai Reijnders sebagai figur ideal untuk memperkuat kekuatan lini kedua.
“Tijjani Reijnders menyelesaikan kepindahannya ke Manchester City!” tulis pernyataan resmi klub melalui akun Instagram mereka.
Reijnders bukan hanya membawa kemampuan teknis tinggi ke Etihad, tetapi juga mewakili kisah diaspora sepak bola yang menarik.
Lahir di Belanda, Tijjani memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Angelina Lekatompessy, yang berasal dari Maluku.
Ibunya menikah dengan Martin Reijnders, mantan pemain sepak bola Belanda, dan dari keduanya lahirlah dua talenta muda: Tijjani dan Eliano.
Darah Nusantara di Kancah Eropa
Keluarga Reijnders telah mencuri perhatian publik sepak bola Asia. Sang adik, Eliano Reijnders, memilih jalur berbeda dengan membela Timnas Indonesia.
Namun, secara prestasi, langkah Tijjani melesat lebih tinggi, menembus level elite sepak bola Eropa dan kini bergabung ke salah satu klub paling sukses di Inggris.
Dengan kedatangannya ke Manchester City, Reijnders melengkapi daftar tiga pemain keturunan Indonesia yang pernah menjadi bagian dari klub tersebut.
Nama pertama adalah Nigel de Jong, gelandang bertahan tangguh yang memperkuat City antara 2009 hingga 2012 dan memiliki akar keluarga dari Indonesia.
Selanjutnya adalah Gabriel Han Willhoft-King, yang hingga kini tercatat sebagai pemain akademi City.
Gabriel sempat dipantau oleh pelatih Timnas U-17 Indonesia, Bima Sakti, untuk Piala Dunia U-17 tahun 2023.
Namun kendala administratif berupa kewarganegaraan membuat proses tersebut tak membuahkan hasil. Ia juga menolak tawaran naturalisasi dari PSSI untuk memperkuat skuad U-20.
Sentuhan Warisan Indonesia
Bergabungnya Tijjani Reijnders ke skuad utama Manchester City bukan sekadar perekrutan teknis, melainkan juga momen simbolik bagi diaspora Indonesia di Eropa.
Munculnya pemain-pemain keturunan seperti Tijjani dan Gabriel memperkuat narasi bahwa bakat sepak bola Tanah Air tersebar luas, bahkan di kancah Premier League.
Kini, City bukan hanya diperkuat pemain kelas dunia, tetapi juga menyimpan sisi ke-Indonesiaan yang membanggakan publik Asia Tenggara.
Dengan pengalaman internasional bersama Timnas Belanda dan perjalanan apik bersama AC Milan, Reijnders diharapkan mampu menorehkan prestasi baru bersama skuad asuhan Guardiola.
Tiga Pemain Keturunan Indonesia di Manchester City:
- Nigel de Jong – Gelandang bertahan (2009–2012)
- Gabriel Han Willhoft-King – Pemain akademi
- Tijjani Reijnders – Gelandang utama (2025– …).***