JAKARTA – Anggapan bahwa mandi malam dapat memicu reumatik masih banyak beredar di masyarakat. Suhu dingin pada malam hari sering dikaitkan dengan nyeri sendi dan tubuh kaku. Namun, pandangan tersebut terbukti keliru secara medis.
Reumatik atau rheumatoid arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun akibat peradangan kronis pada sendi. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sendiri.
Dr. Terence Rooney, M.D., spesialis penyakit reumatik, menegaskan, “Hampir tanpa pengecualian, penyakit rematik autoimun dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, usia, riwayat keluarga, faktor genetik, atau tempat tinggal.”
Meski penyebab pastinya belum diketahui, terdapat sejumlah faktor yang meningkatkan risiko reumatik, di antaranya:
- Genetik: riwayat keluarga dengan RA.
- Gangguan sistem imun: tubuh menyerang jaringan sendi.
- Jenis kelamin: RA lebih banyak dialami perempuan, sedangkan ankylosing spondylitis lebih umum pada laki-laki.
- Obesitas: beban berlebih pada sendi.
- Riwayat kesehatan: infeksi, penyakit gusi, trauma masa kecil, stres berat.
- Merokok: zat berbahaya mengganggu sistem imun.
- Paparan polutan/kimia: seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH).
Pencegahan
Untuk menjaga sendi tetap sehat, para ahli menyarankan:
- Hindari merokok
- Jaga berat badan ideal
- Konsumsi makanan bergizi anti-inflamasi
- Rutin berolahraga minimal 30 menit per hari
- Tidur cukup dan kelola stres
- Pemeriksaan rutin bila ada riwayat keluarga
Jadi, mandi malam bukanlah penyebab reumatik. Faktor utama penyakit ini adalah gangguan autoimun, genetik, obesitas, gaya hidup tidak sehat, riwayat kesehatan tertentu, paparan zat kimia, serta kebiasaan merokok. Menjaga pola hidup sehat menjadi kunci untuk melindungi sendi dari risiko rematik.