Pelepasan lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait pelanggar seks terpidana Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat memicu gelombang pengunduran diri dan penyelidikan di sejumlah negara Eropa. Sejumlah pejabat dari Slovakia, Norwegia, hingga Prancis kini berada dalam sorotan publik akibat hubungan mereka dengan mendiang pemodal tersebut.
Dokumen yang dirilis pada 30 Januari itu merupakan pengungkapan terbesar yang pernah dilakukan berdasarkan Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein, yang disahkan Kongres AS pada November lalu.
Meski pencantuman nama dalam dokumen tidak otomatis menunjukkan keterlibatan kriminal, publikasi masif ini memberi tekanan politik besar terhadap tokoh-tokoh dari kalangan diplomasi, pemerintahan, dan budaya.
Diplomat Eropa Mulai Tumbang
Dampak paling cepat terlihat di Slovakia. Miroslav Lajčák, penasihat keamanan nasional Perdana Menteri Robert Fico, mengundurkan diri pada 1 Februari setelah pesan teksnya dengan Epstein terungkap. Pesan tersebut berasal dari Oktober 2018, saat Lajčák masih menjabat sebagai menteri luar negeri.
Dalam percakapan yang bocor, Lajčák menanggapi kiriman gambar dari Epstein dengan nada santai dan merujuk pada perempuan. Epstein bahkan menanggapi dengan candaan bernuansa seksual. Meski awalnya membantah isi percakapan tersebut, Lajčák akhirnya memilih mundur.
Di Norwegia, Menteri Luar Negeri Espen Barth Eide pada 2 Februari mengumumkan pemberhentian sementara Mona Juul, duta besar Norwegia untuk Yordania, sambil menunggu hasil penyelidikan atas kontaknya dengan Epstein. Juul dikenal sebagai diplomat senior yang berperan penting dalam proses Perjanjian Oslo pada awal 1990-an.
Media Norwegia melaporkan bahwa Epstein disebut-sebut mewariskan US$10 juta kepada dua anak Juul dari pernikahannya dengan diplomat Terje Rød-Larsen.
Tokoh Budaya Prancis Ikut Disorot
Di Prancis, tekanan juga meningkat terhadap Jack Lang, mantan menteri kebudayaan sekaligus presiden Institut Dunia Arab di Paris. Menurut sumber yang dekat dengan Presiden Emmanuel Macron, Lang dipanggil ke Kementerian Luar Negeri pada 5 Februari untuk menjelaskan hubungannya dengan Epstein.
Nama Lang tercantum sebanyak 673 kali dalam dokumen Epstein. Politikus berusia 86 tahun itu mengklaim bahwa ia diperkenalkan kepada Epstein oleh sutradara Woody Allen sekitar 15 tahun lalu dan tidak pernah mengetahui aktivitas kriminal Epstein.
Tekanan turut merembet ke lingkaran keluarga. Putri Lang, Caroline Lang, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala Persatuan Produksi Independen Prancis (SPI) pada 3 Februari, hanya tiga pekan setelah dilantik.
Dokumen mengungkap bahwa ia pernah bekerja sama dengan Epstein mendirikan Prytanée LLC pada 2016, sebuah perusahaan yang berfokus pada akuisisi karya seniman muda Prancis. Caroline menyebut dirinya “sangat naif” dan menegaskan tidak pernah menerima investasi atau dana dari Epstein.
