JAKARTA – Mantan Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, mengungkapkan ketidakberhasilan Amerika Serikat dalam upaya menghambat program nuklir Iran.
Dalam pernyataannya, Medvedev menyebut serangan yang dilakukan AS tidak mampu menghancurkan potensi nuklir Teheran, sekaligus memprediksi ketegangan geopolitik yang semakin memanas di Timur Tengah.
“Serangan Amerika Serikat tidak akan pernah bisa menghentikan Iran untuk menjadi kekuatan nuklir. Itu hanya ilusi Barat,” ujar Medvedev, seperti dikutip dari sumber aslinya.
Latar Belakang Ketegangan AS-Iran
Konflik antara AS dan Iran telah berlangsung selama beberapa dekade, dengan program nuklir Iran menjadi salah satu isu utama. AS, bersama sekutunya, berulang kali mencoba menekan Iran melalui sanksi ekonomi, tekanan diplomatik, hingga operasi militer.
Namun, menurut Medvedev, langkah-langkah ini justru memperkuat tekad Iran untuk mempertahankan kedaulatannya di bidang nuklir.
Pernyataan Medvedev ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan, di mana Iran terus mengembangkan teknologi nuklirnya meski mendapat tekanan internasional.
Analis geopolitik menilai, komentar mantan presiden Rusia ini bisa memicu reaksi keras dari Washington, yang selama ini menuding Iran melanggar kesepakatan nuklir internasional.