Marc Marquez akhirnya angkat bicara soal insiden panas di MotoGP Sprint Thailand 2026. Sang juara bertahan mengakui bahwa manuvernya terhadap pembalap muda KTM, Pedro Acosta, memang berada di “batas tipis” aturan balap.
Drama di Detik-Detik Terakhir
Persaingan memperebutkan posisi pertama mencapai puncaknya di tikungan terakhir lap kedua sebelum finis. Marquez melakukan agresif yang membuat Acosta melebar setelah terjadi kontak fisik antar motor. Steward FIM langsung bertindak cepat dengan memberikan penalti “turun satu posisi”—hukuman paling ringan di lintasan—saat balapan hanya menyisakan waktu 30 detik.
Alih-alih membiarkan Acosta lewat di lintasan lurus, Marquez memilih tetap memimpin hingga tikungan terakhir, lalu secara dramatis melambat dan “menyerahkan” kemenangan kepada Acosta yang terkejut. “Saya melewati garis finis sambil bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi?” ujar Acosta.
Marquez: “Agresi Adalah Bagian dari Balapan”
Meski Davide Tardozzi (Manajer Tim Ducati) sempat berang dan menyebut hukuman itu tidak adil karena menganggap tidak ada kontak, Marquez justru lebih tenang. Ia mengonfirmasi adanya senggolan dan memilih tidak memperpanjang masalah dengan steward.
“Jika steward menetapkan batas di titik tertentu, kami harus beradaptasi. Jelas itu manuver yang berada di ambang batas. Bisa dihukum? Bisa ya, bisa tidak,” ungkap Marquez dalam wawancara dengan sponsornya, Estrella Galicia 0,0. Ia menambahkan bahwa di dua lap terakhir, tingkat agresi pasti meningkat karena semua orang ingin menang.
Nasib Sial di Balapan Utama
Kesialan Marquez tidak berhenti di sesi Sprint. Di balapan utama hari Minggu, saat sedang mengejar podium, ia harus keluar lintasan karena kerusakan pelek roda yang mengakibatkan ban belakangnya bocor—sebuah kejadian langka yang ia sebut sebagai nasib buruk.
“Saya bangun tidur dengan perasaan tidak enak badan dan kurang tenaga. Saya memperlakukan balapan itu sebagai ‘perjuangan untuk bertahan hidup’ (survival race). Sayangnya, ban kami bocor di Tikungan 4. Jika hal aneh itu tidak terjadi, saya yakin kita akan merayakan podium hari ini,” tutup pemegang sembilan gelar juara dunia tersebut.
Akibat penalti di Sprint dan gagal finis di balapan utama, Marquez meninggalkan Thailand dengan hasil yang sangat minim, hanya membawa pulang 9 poin dari maksimal 37 poin yang tersedia.