Perjalanan Marc Marquez adalah saga tentang ketangguhan. Setelah melewati badai cedera lengan dan mata yang hampir menghancurkan kariernya, keputusannya pindah ke Gresini pada 2024 terbukti menjadi pertaruhan terbaik. Meski hanya menunggangi motor lama, performanya yang menggila membuat Ducati lebih memilihnya masuk ke tim pabrikan musim 2025, menyisihkan Jorge Martin.
Hasilnya? Marquez mengakhiri paceklik gelar selama lima tahun dengan dominasi total, hingga rekan setimnya, Francesco Bagnaia, menyebut musim tersebut sebagai balapan “tanpa rival”.
“Cedera Adalah Penjara”
Berbicara kepada stasiun radio Spanyol Onda Cero, Marquez berbagi sisi filosofis dari masa kelamnya. “Saat Anda cedera, Anda seperti berada di dalam sangkar. Namun begitu dokter membukanya sedikit saja, Anda akan langsung melesat keluar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tiga tahun bergelut dengan rasa sakit membuatnya dua kali lebih dewasa dibanding sepuluh tahun meraih kemenangan.
Kini di usia 33 tahun, perspektifnya berubah. “Saya bersedia menandatangani kontrak pensiun sekarang juga jika syaratnya adalah tanpa cedera lagi. Menang gelar juara lagi? Tentu saya akan mencoba, tapi kesehatan adalah prioritas.”
Perjuangan Melawan Keterbatasan Fisik
Meski menyandang status juara bertahan, Marquez mengakui dirinya belum 100% bugar. Ia masih dalam tahap pemulihan cedera bahu akibat insiden dengan Marco Bezzecchi di Mandalika Oktober lalu.
Masalah fisik ini memaksa Marquez memulai musim 2026 dengan paket aerodinamika Ducati 2024 yang tidak terlalu menguras tenaga. “Saya masih belum bisa membawa motor sesuai keinginan saya. Di tikungan kanan, saya sering kehilangan kendali karena otot pektoral dan deltoid saya belum kuat untuk menahan beban saat pengereman,” akunya jujur saat seri pembuka di Thailand.
Setelah hasil yang campur aduk di Buriram—finis kedua di Sprint namun gagal finis di balapan utama karena kerusakan pelek—Marquez kini menatap seri kedua di Goiania, Brasil. Ia berangkat dengan defisit 23 poin dari pembalap sensasional Pedro Acosta, yang dirumorkan akan menjadi rekan setimnya di musim 2027.
Bagi Marquez, setiap balapan di tahun 2026 bukan sekadar mengejar poin, melainkan pembuktian bahwa sang singa masih bisa mengaum meski tubuhnya belum sepenuhnya pulih.