JAKARTA – Marc Marquez baru saja melakukan tes dengan Ducati Panigale V2 2025 di Sirkuit Aspar, Valencia, dan mencatatkan rekor lap yang mengesankan.
Perkenalan pertama Marquez dengan Ducati Panigale V2 ternyata menghasilkan rekor lap baru, sebuah pencapaian yang langsung dibagikan oleh CEO Ducati, Claudio Domenicali, yang juga menjadi inisiator sesi latihan tersebut.
Awal mula tes ini bermula dari percakapan antara Domenicali dan Marquez sebelum Natal, di mana Marquez mengungkapkan keinginannya untuk mencoba Panigale V2 di Sirkuit Aspar. “Aku menelponnya untuk memberikan ucapan selamat Natal dan ia bilang sedang merencanakan latihan menggunakan Panigale V2 2024 di Sirkuit Aspar,” kata Domenicali, seperti dilansir GridOto.com dari Todocircuito.
Namun, versi 2025 dari motor tersebut belum siap dengan settingan balap pada saat itu. Domenicali pun memutuskan untuk memberikan Marquez motor versi 2025 dengan pengaturan balap. “Aku secara pribadi sangat penasaran dengan opininya tentang versi terbaru, jadi aku menelpon beberapa orang untuk mengatur sesi agar ia bisa mencoba motornya untuk foto dan video launching,” ungkap Domenicali.
Tanggapan Marquez ternyata sangat positif. “Komentarnya mengejutkanku. Ia tidak hanya bilang motornya mudah dikendarai, tapi juga sangat nyaman soal posisi riding dan power delivery-nya,” jelas Domenicali.
Dalam sesi tersebut, Marquez mencatatkan waktu 1 menit 12,2 detik, menyamai rekor tak resmi di kelas supersport. Yang menarik, motor yang digunakan Marquez bukanlah motor balap supersport, melainkan Ducati Panigale V2 versi jalan raya yang hanya dimodifikasi sedikit agar lebih cocok untuk latihan balap.
Motor tersebut masih menggunakan beberapa komponen standar, seperti lampu dan catalytic converter. Ducati rencananya akan menyiapkan Panigale V2 versi balap untuk latihan Marquez dengan beberapa komponen yang diganti.
Ducati juga menyebutkan bahwa Panigale V2 versi terbaru kini memiliki mesin dengan kubikasi lebih kecil, turun dari 955 cc menjadi 890 cc, yang mengurangi tenaga maksimalnya. Meski begitu, motor ini menjadi lebih ringan, meningkatkan rasio power-to-weight.
“Kami tak sabar mengetesnya dalam versi balap, meningkatkannya dari 120 dk ke 126 dk dengan bobot 10 kg lebih ringan berkat part jalan raya yang dilepas,” ujar Domenicali. “Aku sangat puas dengan performa motor yang didesain dengan menggabungkan faktor lintasan biasa dan lintasan pegunungan,” tambahnya.