LOMBOK – Marc Marquez tengah menghadapi situasi yang sangat berbeda setelah sukses meraih gelar juara dunia kesembilannya di Motegi. Hanya lima hari setelah pesta perayaan tersebut, pembalap asal Spanyol itu tiba di Mandalika dengan perasaan yang jauh dari antusiasme, bahkan mengaku tak memiliki banyak keinginan untuk mengendarai motornya. Hal ini ia sampaikan pada Kamis (2/10/2025) setelah euforia kemenangan yang masih terasa.
Pada hari Jumat, Marquez mengalami kualifikasi terburuknya di musim 2025. Sesi latihan bebas pertama dimulai cukup positif, dengan Marquez mencatatkan waktu 1:31,271 dan menempati posisi kelima, hanya terpaut 0,4 detik dari Luca Marini. Namun, sore hari membawa kesulitan besar bagi pembalap Repsol Honda itu. Dalam latihan bebas yang penuh ketegangan, Marquez mengalami dua kecelakaan berturut-turut. Kecelakaan pertama terjadi di Tikungan 10, yang meskipun tidak signifikan, membuatnya terjatuh. Kecelakaan kedua di Tikungan 5 jauh lebih keras, meski ia beruntung tidak mengalami cedera parah di lintasan tersebut. Kenangan buruk Marquez di Mandalika kembali muncul, mengingat di tempat yang sama ia pernah mengalami cedera diplopia pada 2022 setelah sebuah ‘highside’ yang sangat kuat.
Akibat insiden tersebut, Marquez harus mengganti motornya dengan unit kedua. Meski sempat meraih posisi ke-6 setelah melompat dari posisi ke-20 pada lap pertama, Marquez akhirnya gagal lolos ke Q2 untuk pertama kalinya musim ini. Dengan waktu 1:30,053, ia finis di posisi ke-11, hanya terpaut 0,068 detik dari adiknya, Alex Marquez. Meskipun sempat memilih untuk mengikuti jejak rekan setimnya, Pecco Bagnaia, upaya Marquez terhalang oleh bendera kuning yang menutup peluangnya.
Usai sesi yang penuh tantangan, Marquez berbicara kepada media, termasuk Motorsport.com, dan menceritakan pengalamannya di Mandalika. “Ini bukan cara terbaik untuk merayakan gelar juara, tapi ini bukan kali pertama saya mengalami kesulitan di Mandalika. Sirkuit ini memang selalu menjadi tantangan bagi saya,” kata Marquez.
“Pada pagi hari (FP1) tidak terlalu buruk, namun di sore hari, saya mengalami dua kecelakaan yang cukup aneh, keduanya akibat kehilangan grip pada bagian belakang. Saya lalu mengganti ban dan memutuskan untuk tidak mengambil risiko lebih lanjut, karena prioritas saya adalah menghindari jatuh,” lanjutnya.
Mengenai harapannya, Marquez menyadari bahwa peluang untuk meraih kemenangan di Mandalika sangat tipis. “Di sini, saya tidak berharap menang atau bahkan naik podium. Fokus saya sekarang adalah menyelesaikan balapan dengan baik dan memulihkan kondisi untuk balapan berikutnya di Australia,” ungkapnya, mengalihkan perhatian pada ronde ketiga tur Asia di Phillip Island, dua pekan mendatang.
Marquez juga mengkritik pemilihan ban yang dibawa Michelin untuk Mandalika, menyebut bahwa ban belakang yang digunakan tidak sesuai dengan preferensinya. “Michelin membawa ban belakang yang menurut saya bukan yang terbaik, meskipun ini adalah pilihan yang paling aman untuk kondisi di sini. Di masa depan, banyak yang akan berubah, dan di sini mereka sudah melakukan beberapa penyesuaian,” pungkas Marquez.
Dengan tantangan besar di Mandalika, Marquez kini berharap bisa kembali menemukan ritme balapnya di Australia, di mana ia berharap bisa tampil lebih baik dan mengembalikan perasaan positif yang hilang setelah hari yang berat di Indonesia.