Juara dunia delapan kali dari tim Ducati, Marc Marquez, merespons tajam perubahan format akhir pekan (weekend format) baru yang dirilis penyelenggara MotoGP untuk musim 2027. Marquez mempertanyakan tujuan utama dari perubahan tersebut sekaligus menyindir posisi para pebalap yang tidak pernah diberi ruang untuk bersuara.
Jelang gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Mandalika, penyelenggara mengumumkan penambahan sesi kualifikasi ekstra durasi 15 menit pada hari Jumat khusus untuk menentukan posisi start balapan Sprint. Sesi ini akan melengkapi FP1 (45 menit) dan FP2 (30 menit).
Sementara itu, kualifikasi utama untuk balapan Grand Prix tetap digelar Sabtu sebelum Sprint Race, sedangkan sesi pemanasan (Warm-Up) pada Minggu pagi resmi dihapus mulai 2027.
“Kami Tidak Punya Hak Suara, Hanya Bisa Diam”
Pengumuman tersebut memicu reaksi beragam dari para pebalap di paddock Mandalika, namun pernyataan Marquez menjadi yang paling pedas.
“Menarik untuk memahami apa tujuan utama dari perubahan ini. Bagi pebalap, ini hanya membuat pekan balapan makin intens dan menguras fisik. Jadwal yang ada sekarang saja sudah cukup berat. Tapi kami tidak ikut menentukan. Mau tidak mau, kami hanya bisa diam dan menurut,” tegas Marquez, Kamis (8/10/2026).
Langkah otoritas MotoGP yang memaksakan perubahan tanpa diskusi mendalam ini mengulang momen introduksi Sprint Race beberapa tahun lalu, di mana para pebalap belum memiliki asosiasi atau serikat resmi untuk menyalurkan aspirasi mereka.
“Tim dan organisasi yang memutuskan. Opsi kita cuma ambil atau tinggalkan. Memang begitu kenyataannya,” tambah pebalap asal Spanyol tersebut.
Ancam Durasi Karir Pebalap, Martin Sepakat dengan Marquez
Kritik Marquez sejalan dengan pernyataan calon rekan satu timnya di Ducati pada musim mendatang, Pedro Acosta. Acosta sempat menyebut bahwa jadwal yang kian padat dan menguras fisik akan membuat durasi karir seorang pebalap profesional menjadi jauh lebih pendek.
“Saya setuju 100 persen dengan Acosta. Karir saya mungkin sudah mendekati akhir, tapi apa yang dikatakan Acosta itu fakta,” respon Marquez saat dimintai tanggapan mengenai pernyataan Acosta.
Di sisi lain, pimpinan klasemen sementara Jorge Martin mencoba melihat sisi menarik dari format anyar tersebut, meski ia tak menampik rasa kecewanya terhadap minimnya keterlibatan pebalap dalam pengambilan keputusan besar.
“Saya sepakat dengan Marc. Tidak ada yang bisa kita lakukan selama pebalap belum bersatu. Alangkah baiknya jika organisasi mau menunjukkan sedikit kepedulian dan mendengarkan suara para pebalap,” pungkas Martin.