MALUT — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mendapat sambutan meriah saat Presiden Prabowo Subianto menyebut namanya dalam acara peresmian 11 ekosistem hilirisasi nikel dan komersialisasi ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Kamis (8/10/2026).
Momen itu terjadi ketika Prabowo menyapa sejumlah pejabat yang hadir dalam acara tersebut. Saat nama Sherly disebut dari atas podium, tepuk tangan langsung terdengar dari para tamu undangan.
“Gubernur Maluku Utara, Saudari Sherly Tjoanda,” kata Prabowo.
Sherly yang berada di barisan tamu kehormatan kemudian berdiri dan tersenyum ke arah Presiden. Respons para hadirin pun semakin meriah dengan tepuk tangan yang terdengar lebih keras.
Suasana tersebut kemudian mendapat perhatian Prabowo. Kepala Negara meresponsnya dengan candaan yang langsung mengundang tawa para tamu undangan.
“Kok tepuk tangannya paling keras? Pemilu masih lama,” ujar Prabowo.
Gurauan tersebut disambut gelak tawa dari jajaran pejabat dan tamu yang hadir dalam agenda tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyapa sejumlah pejabat lainnya. Salah satunya Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, yang disebut Prabowo sebagai mantan atasannya saat masih berdinas di TNI.
Prabowo juga melontarkan candaan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono terkait masa transisi jabatannya dari Menteri Luar Negeri.
Di luar momen tersebut, kehadiran Sherly dalam agenda Presiden Prabowo di Weda Bay menjadi bagian dari kegiatan yang berkaitan langsung dengan perkembangan industri hilirisasi di Maluku Utara.
Acara di Kawasan Industri Weda Bay itu sekaligus menandai peresmian 11 ekosistem hilirisasi nikel serta komersialisasi ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan tersebut.
Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan hilirisasi di Maluku Utara, yang menjadi salah satu wilayah penghasil nikel dan kawasan industri pengolahan mineral.
