JAKARTA – CEO Meta, Mark Zuckerberg, membagikan bingkisan kepada warga sekitar kediamannya di Crescent Park, Palo Alto, Amerika Serikat. Paket tersebut diberikan sebagai kompensasi atas kebisingan yang ditimbulkan dari proyek renovasi dan pembangunan kompleks properti miliknya.
Isi bingkisan terbilang istimewa, terdiri dari headphone peredam bising, botol minuman bersoda, serta kotak donat. Headphone khusus itu dimaksudkan agar warga tetap merasa nyaman meski aktivitas konstruksi berlangsung di lingkungan mereka.
Namun, sejumlah tetangga menilai langkah tersebut belum cukup. Keluhan masih muncul terkait kebisingan berkepanjangan, penutupan jalan, hingga puing bangunan yang berserakan. Warga juga menyoroti perubahan drastis suasana lingkungan, yang kini dipenuhi kamera pengawas, patroli keamanan, serta beberapa properti kosong di tengah krisis perumahan.
Mark Zuckerberg Habiskan $110 Juta
Menurut laporan The New York Times, Zuckerberg telah menghabiskan lebih dari 110 juta dolar AS (sekitar Rp1,7 triliun) dalam 14 tahun terakhir untuk membeli 11 rumah di kawasan Crescent Park. Beberapa di antaranya difungsikan sebagai rumah tamu, taman, lapangan pickleball, kolam renang dengan sistem hydrofloor, bahkan sekolah privat untuk anak-anaknya. Ia juga menambahkan ruang bawah tanah seluas 7.000 kaki persegi, yang oleh sebagian warga disebut menyerupai “bunker.”
Proyek pembangunan di kawasan tersebut berlangsung hampir delapan tahun dan dinilai mengganggu kenyamanan warga. Menanggapi keluhan, juru bicara Zuckerberg kepada Fortune menyatakan bahwa keluarga Zuckerberg telah menjadikan Palo Alto sebagai rumah selama lebih dari satu dekade, serta berupaya meminimalkan gangguan dengan langkah-langkah yang bahkan melampaui ketentuan lokal.
