JAKARTA – Legislator Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyampaikan peringatan keras kepada publik agar tidak tergesa-gesa memberikan kritik terhadap Program MBG (Makan Bergizi Gratis), apalagi jika tanpa informasi yang akurat.
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang melontarkan penilaian negatif tanpa memahami konteks serta manfaat program prioritas nasional tersebut.
Dalam beberapa waktu terakhir, MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto mendapat sorotan publik.
Namun, Nuroji mengungkapkan, sejumlah kritik muncul karena kurangnya informasi yang benar di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya sosialisasi massif agar masyarakat memahami substansi dari program ini secara komprehensif.
“Sangat disayangkan ada yang bilang tidak butuh program MBG karena sudah mampu memberikan makan bergizi untuk anak.”
“Padahal kita tahu, masih banyak anak-anak Indonesia yang berangkat sekolah belum sarapan,” ujar Nuroji dalam sosialisasi MBG yang digelar bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Kota Bekasi, Rabu (6/8/2025).
MBG Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Strategi Nasional
Nuroji menjelaskan bahwa MBG bukan semata-mata program bantuan makanan, melainkan respons pemerintah terhadap darurat gizi yang masih dialami jutaan anak-anak Indonesia.
Masalah gizi kronis hingga kekurangan sarapan masih menghantui pelajar di berbagai daerah, termasuk di kota-kota besar.
Menurutnya, generasi Indonesia tidak akan mampu bersaing di masa depan jika kebutuhan dasar seperti gizi diabaikan.
Dengan memastikan asupan gizi anak terpenuhi sejak dini, Indonesia punya peluang lebih besar mencapai visi “Indonesia Emas 2045”.
“Indonesia Emas 2045 tidak mungkin akan tercapai kalau anak-anak kita kekurangan gizi. Itulah kenapa kemudian pemerintah melahirkan program MBG, yang merupakan program prioritas dari Presiden Prabowo,” tegas Nuroji.
Pentingnya Literasi Gizi dan Dukungan Masyarakat
Sebagai legislator yang fokus di bidang kesehatan dan kesejahteraan rakyat, Nuroji menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya bergantung pada pelaksana teknis, melainkan juga pada dukungan masyarakat.
Ia mendorong warga untuk lebih aktif mencari informasi dari sumber terpercaya serta berperan aktif dalam mendorong kesuksesan implementasi program.
Komisi IX DPR RI sendiri terus menjalin kerja sama dengan Badan Gizi Nasional dan kementerian terkait untuk memastikan MBG berjalan sesuai target, baik dari sisi kualitas makanan, distribusi, hingga keberlanjutan program di daerah.***