JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto resmi menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Edwin Adrian Sumantha sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Prajurit elite Kopassus ini kini bertugas menjaga keselamatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai “perisai hidup” di Istana Kepresidenan. Penunjukan ini merupakan bagian dari mutasi strategis 117 perwira tinggi TNI, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/667/V/2025 yang ditetapkan pada 27 Mei 2025.
Karier Cemerlang Jebolan Kopassus
Edwin Adrian Sumantha, kelahiran Jakarta, 23 Oktober 1975, bukan nama asing di lingkungan TNI Angkatan Darat. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 dari kecabangan Infanteri (Kopassus), ia dikenal sebagai prajurit berdedikasi dengan rekam jejak gemilang. Perjalanan kariernya dimulai di satuan elite Korps Baret Merah, tepatnya di Grup-4 Kopassus (kini Grup-3), sejak 1998 hingga 2011.
Selama di Kopassus, Edwin pernah menjabat berbagai posisi strategis, seperti Danton 2 Den 1 Yon 33 Grup 3, Danden 1 Yon 31, hingga Wadanyon 31 Grup 3. Ia juga dipercaya sebagai Pabandya Lidgal Sintel Kopassus pada 2011–2012, sebelum akhirnya memimpin Batalyon 31 Grup 3 sebagai Danyon.
“Mutasi ini bukan sekadar proses administratif, tapi merupakan strategi pembinaan karier dan penyegaran organisasi untuk meningkatkan efektivitas tugas,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, dalam keterangannya, Rabu (28/5/2025).
Pengalaman Lapangan dan Jabatan Penting
Karier Edwin tak hanya terpaku di Kopassus. Pria yang lulus sebagai salah satu taruna terbaik SMA Taruna Nusantara 1994 ini juga pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Pengamanan Pribadi Presiden RI di Paspampres.
Pengalamannya di bidang pengamanan VVIP diperkuat dengan tugas sebagai Ajudan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla. Tak hanya itu, ia juga dua kali menjabat sebagai Dandim 0501 Jakarta Pusat pada 2014 dan 2019, serta menjadi Kepala Staf Brigade Infanteri 1 Pengaman Ibu Kota/Jaya Sakti Kodam Jaya.
Edwin juga memiliki pengalaman operasi militer yang mumpuni. Ia pernah bertugas di daerah konflik seperti Papua dan Aceh, serta menjadi Pengamat Militer PBB di Georgia, Eropa Timur. Prestasinya di bidang akademik tak kalah mengesankan, dengan meraih gelar lulusan terbaik “Wira Adi Nugraha” Dikreg XLVII Sesko TNI 2020 dan Dean of Academic Affair Writing Award dari JFSC National Defense University, Amerika Serikat.
Edwin juga pernah menjabat Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan pada era Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. “Edwin benar-benar kembali bekerja dengan Prabowo kala dia menjabat sebagai Karo Humas Setjen Kemenhan,” tulis sebuah laporan. Kini, sebagai Danpaspampres, Edwin kembali mendampingi Prabowo, kali ini di lingkungan Istana Kepresidenan.
Penunjukan Edwin sebagai Danpaspampres menggantikan Mayjen TNI Achiruddin, yang kini beralih tugas sebagai Pangdam IV/Diponegoro. Sementara itu, posisi Edwin sebelumnya sebagai Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (Danseskoad) diisi oleh Mayjen TNI Hendry Antariksa, eks-Dankoopsus TNI. Mutasi ini mencerminkan upaya TNI untuk terus memperkuat organisasi melalui penyegaran jabatan strategis.
Dengan pengalaman, kecerdasan, dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo, Mayjen Edwin Adrian Sumantha siap menjalankan tugas berat sebagai perisai hidup kepala negara. Kiprahnya di Paspampres menjadi sorotan, sekaligus bukti kepercayaan TNI terhadap prajurit terbaiknya.
