SUMSEL – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan membawa lonjakan signifikan bagi UMKM roti di Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), dengan pesanan yang menembus ribuan potong per hari.
MBG Ramadan dengan konsep menu kering mendorong peningkatan produksi roti rumahan secara drastis, sekaligus membuka lapangan kerja baru dan memperkuat perputaran ekonomi desa di wilayah Mesuji Makmur.
Permintaan tinggi dalam program MBG membuat dapur-dapur kecil di OKI bertransformasi menjadi sentra produksi pangan bergizi yang terorganisir, efisien, dan berpacu dengan waktu demi memenuhi kebutuhan distribusi harian.
Aroma roti hangat kini hampir tak pernah absen dari rumah Andri Sulistiawati, pelaku UMKM sekaligus pemasok roti untuk SPPG Catur Tunggal di Mesuji Makmur.
Sejak awal Ramadan, ritme produksinya berubah total karena oven harus menyala hampir sepanjang hari demi mengejar target ribuan roti yang wajib dikirim keesokan paginya.
“Untuk pemesanan yang di atas 3.000 itu, bahkan pernah itu pesan 9.000 piece, dan kami bagi sesama UMKM, Kami ada 4 orang supplier yang masuk, jadi kami bagi untuk produksinya,” tutur Andri saat ditemui di rumahnya, Selasa (3/3).

Menu yang diproduksi meliputi roti abon, roti isi cokelat, roti wijen, hingga donat yang seluruhnya dipastikan dalam kondisi segar karena proses produksi dan distribusi dilakukan dalam satu hari kerja.
Sistem kerja yang sebelumnya fleksibel kini berubah menjadi terjadwal ketat dengan pembagian tugas yang lebih rapi agar standar kualitas dan ketepatan waktu tetap terjaga.
Lonjakan produksi tersebut membuat Andri memperluas kapasitas tenaga kerja dengan merekrut lima karyawan tambahan selama Ramadan.
“Untuk bulan Ramadan ini kami merekrut karyawan, jadi kami dibantu 5 orang untuk menyelesaikan pekerjaan kami,” katanya.
Tambahan tenaga kerja itu tidak hanya membantu mempercepat proses produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar yang memperoleh penghasilan tambahan.
Program MBG dalam praktiknya tidak sekadar menghadirkan asupan gizi bagi anak-anak, melainkan juga menciptakan kepastian pasar bagi pelaku UMKM lokal.
Bagi Andri, keberlanjutan pesanan harian memberikan rasa aman dalam menjalankan usaha karena ada volume produksi yang jelas dan terukur.
“Terus terang sangat membantu sekali adanya program MBG ini untuk kita, karena kita lebih banyak rezeki, lebih banyak produksi,” ungkapnya.
Ia juga menaruh harapan agar pengelolaan program MBG tetap transparan dan tepat sasaran sehingga manfaatnya terus dirasakan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden atas program ini. Kami mohon untuk SPPG di seluruh Indonesia bisa amanah memegang program ini, supaya kucuran anggaran dana yang diberikan benar-benar bisa terealisasi sesuai harapan pemerintah,” ujarnya.
Fenomena di Mesuji Makmur menunjukkan bahwa kebijakan pangan nasional seperti MBG dapat menjadi pengungkit ekonomi akar rumput ketika melibatkan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok resmi.
Ramadan kali ini pun menjadi momentum ganda bagi warga, karena selain memperkuat nilai ibadah, juga menghadirkan stabilitas usaha, peningkatan produksi, serta kontribusi nyata terhadap pemenuhan gizi generasi muda.***