TEHERAN, IRAN – Kantor berita Iran, Tasnim, pada Senin (9/3/2026) menerbitkan laporan yang memicu spekulasi mengenai nasib Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dengan mengisyaratkan kemungkinan dia tewas atau terluka dalam serangan rudal balasan Iran. Klaim ini langsung mendapat sorotan tajam dan dibantah oleh sejumlah fakta di lapangan .
Laporan yang beredar luas di media sosial tersebut tidak hanya menyasar Netanyahu. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dan Kepala Mossad, David Barnea, juga dirumorkan menjadi korban. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun konfirmasi resmi dari pemerintah Israel mengenai kematian ketiga pejabat tinggi tersebut .
Klaim Tanpa Bukti dan “Bukti Situasional”
Kantor berita Tasnim, yang dikenal dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), tidak menyertakan bukti kuat atas klaimnya . Sebagai gantinya, laporan tersebut menyoroti sejumlah indikasi situasional, seperti absennya Netanyahu dari publik dalam beberapa hari terakhir dan penundaan kunjungan Jared Kushner (menantu Presiden AS Donald Trump) serta utusan khusus AS, Steve Witkoff, ke Israel .
“Nearly three days have passed since the last video of Netanyahu aired on his personal channel, and nearly four days have passed since the last images of him were published. Since then, the few statements made by Netanyahu have been textual,” demikian bunyi laporan yang dikutip dari situs Iran lainnya, Afkar News, seperti dilaporkan The Week . Laporan Tasnim juga mengutip klaim tidak langsung yang dikaitkan dengan mantan perwira intelijen Amerika Serikat, Scott Ritter, melalui media Rusia. Ritter menuding bahwa Iran telah membom tempat persembunyian Netanyahu dan saudara laki-lakinya tewas .
Yang menarik, media pemerintah Israel, The Jerusalem Post, dengan tegas menyebut laporan Tasnim sebagai bagian dari “perang informasi pro-Iran.” Menurut The Jerusalem Post, laporan itu adalah “potongan informasi publik nyata yang dijahit menjadi narasi dramatis, lalu diedarkan seolah-olah mengarah pada peristiwa tersembunyi” . Tasnim sendiri mencatat bahwa spekulasi tersebut belum dikonfirmasi atau dibantah secara resmi .
Netanyahu Masih Aktif, Klaim Sebelumnya Adalah “Hoax”
Berbeda dengan narasi yang dibangun media Iran, sejumlah fakta publik justru mengonfirmasi aktivitas Netanyahu. The Jerusalem Post melaporkan bahwa Netanyahu merilis pernyataan resmi yang dipublikasikan oleh Kantor Perdana Menteri pada 7 Maret 2026. Portal utama pemerintah Israel juga mencatat bahwa ia mengunjungi lokasi terdampak serangan di Beersheba pada 6 Maret 2026. Laporan independen dalam beberapa hari terakhir juga menyebutkan aktivitas publiknya, termasuk panggilan telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dilaporkan oleh Elysee pada 5 Maret 2026 .
Ini bukan pertama kalinya klaim serupa muncul. Media lokal Radar Banyuwangi, mengutip hasil verifikasi faktanya, menegaskan bahwa pada 2 Maret 2026, Netanyahu bahkan tampil berpidato di hadapan publik Israel. Dalam pidatonya, ia menegaskan akan melancarkan tindakan militer yang lebih keras terhadap Teheran. Aktivitas resminya juga tercatat berlangsung normal, termasuk menggelar pertemuan dengan menteri pertahanan serta pimpinan Mossad di Tel Aviv pada 2 Maret 2026.
Di hari yang sama, Netanyahu melakukan komunikasi diplomatik melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi . Sebelumnya, klaim IRGC bahwa kantor Netanyahu dihantam rudal pun langsung dibantah oleh kantor Netanyahu sebagai “berita bohong” atau *fake news* .
Klaim soal Ben-Gvir dan Barnea Juga Jatuh
Rumor yang melibatkan pejabat tinggi Israel lainnya juga dengan cepat terurai. Sebuah fakta-fakta yang dihimpun Times Now dan Newsx menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Kepala Mossad David Barnea menjadi target serangan Iran adalah tidak benar. Video yang beredar untuk mendukung klaim tersebut ternyata adalah rekaman lama dari peristiwa ledakan pager di Lebanon pada tahun 2024, yang digunakan kembali di luar konteks. Barnea dikonfirmasi masih aktif menjabat dan masa jabatannya sebagai kepala Mossad berlangsung hingga Juni 2026 .
Demikian pula dengan klaim tentang Menteri Itamar Ben-Gvir. Isu bahwa ia terluka setelah rumahnya terbakar dalam serangan juga tidak memiliki bukti yang kredibel.
Bahkan, klaim bahwa media Israel melaporkan kecelakaan mobil untuk menutupi cedera Ben-Gvir akibat serangan tidak dapat diverifikasi . Media Tirto.id dalam laporan faktanya juga mengkonfirmasi bahwa Iddo Netanyahu, adik PM Netanyahu yang dikabarkan tewas, masih hidup dan tinggal di Yerusalem .