WASHINGTON, AS – Melania Trump menggelar acara teknologi internasional bertajuk “Fostering the Future Together Global Coalition Summit” di Gedung Putih, Rabu (25 Maret 2026). Dalam momen yang tidak biasa, ia tidak didampingi Presiden Donald Trump, melainkan sebuah robot humanoid bernama Figure 03.
Robot buatan Figure AI itu berjalan berdampingan dengan Melania di atas karpet merah saat memasuki ruangan utama, menarik perhatian ratusan tamu undangan.
Figure 03 merupakan generasi terbaru robot humanoid yang diperkenalkan pada Oktober 2025. Robot ini dirancang menyerupai manusia, lengkap dengan kepala, tubuh, tangan, dan kaki. Dengan biaya produksi sekitar 25.000 dolar AS, robot tersebut ditenagai sistem kecerdasan buatan bernama Helix. Teknologi ini memungkinkan Figure 03 merespons perintah suara dan menjalankan berbagai tugas secara mandiri, seperti melipat pakaian, menjadi resepsionis, hingga mengantar barang.
Tak hanya berjalan mendampingi Melania, robot tersebut juga naik ke panggung dan menyampaikan pidato singkat di hadapan para tamu. Dalam pernyataannya, Figure 03 menyebut dirinya bangga dapat menjadi bagian dari gerakan untuk memberdayakan anak-anak melalui teknologi dan pendidikan, sebelum mengucapkan selamat datang dalam berbagai bahasa dunia.
Dalam presentasi acara, Figure 03 diposisikan sebagai representasi masa depan pendidikan. Robot ini digambarkan mampu berperan sebagai “guru” atau pendamping belajar personal bagi siswa. Melania menegaskan bahwa teknologi seperti ini dapat membantu anak-anak mengakses pengetahuan secara instan, sekaligus menyesuaikan materi dengan kemampuan, kebutuhan, dan kondisi emosional masing-masing.
Summit ini merupakan bagian dari inisiatif “Be Best: Fostering the Future” yang telah digagas Melania sejak 2018. Program tersebut awalnya berfokus pada pencegahan perundungan siber dan kesejahteraan anak, namun kini diperluas ke pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan.
Acara ini dihadiri perwakilan dari 45 negara dan 28 organisasi teknologi global, termasuk Google, OpenAI, Microsoft, dan Palantir Technologies.
Kehadiran robot di Gedung Putih berlangsung di tengah kebijakan pemerintahan Donald Trump pada 2025 yang melakukan pemangkasan besar terhadap anggaran dan tenaga kerja di Departemen Pendidikan, yang sempat menuai kritik.
Penggunaan robot humanoid dalam acara resmi ini pun memicu beragam reaksi di media sosial. Sebagian pihak menyambutnya sebagai inovasi yang berpotensi merevolusi pendidikan. Namun, kritik juga bermunculan, terutama dari mereka yang khawatir teknologi akan menggantikan peran guru manusia dan mengurangi aspek emosional dalam proses belajar.
Meski demikian, Melania menegaskan komitmennya bahwa kolaborasi antara manusia dan teknologi canggih dapat membuka peluang baru bagi generasi mendatang, tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan.