George Russell membalas kritik tajam Lando Norris terhadap generasi baru mobil Formula 1. Russell meyakini bahwa rivalnya itu tidak akan mengeluh seandainya dia yang keluar sebagai pemenang.
Setelah kualifikasi di posisi keenam pada seri pembuka GP Australia, sang juara dunia bertahan, Norris, mengklaim bahwa F1 telah menukar “mobil terbaik yang pernah ada” menjadi “mungkin yang terburuk” akibat perubahan besar pada regulasi 2026.
Russell sendiri berhasil memimpin dominasi Mercedes (posisi satu-dua) setelah duel sengit di awal balapan melawan Ferrari, dan memenangkan balapan pertama era baru F1 di Melbourne. Sementara itu, Norris harus puas finis di posisi kelima dengan selisih waktu hampir satu menit di belakang Mercedes.
Pembalap Inggris berusia 28 tahun itu mengisyaratkan bahwa rekan senegaranya, Norris, tidak akan se-kritis itu jika berada di barisan depan. Saat ditanya apakah ia melihat komentar Norris sebagai bentuk rasa iri (sour grapes) karena McLaren kurang kompetitif, Russell menjawab: “Jika dia menang, saya rasa dia tidak akan mengatakan hal yang sama.”
“Tahun lalu kita semua tidak puas dengan betapa kaku mobilnya dan masalah porpoising (mobil memantul). Semua orang sakit punggung dan para pembalap mengeluh, tapi pembalap McLaren saat itu bilang mereka tidak mengalami porpoising, padahal kami melihat mobil mereka memantul-mantul,” tambah Russell.
“Jadi, semua orang selalu melihat ke diri mereka sendiri dan kita semua egois dalam hal ini. Faktanya, tahun lalu kami menggunakan mesin yang sama dengan mereka, tapi McLaren bekerja lebih baik dan mengalahkan kami. Sekarang, McLaren masih pakai mesin yang sama dengan kami, Williams, dan Alpine, tapi sejauh ini kami bekerja lebih baik dari mereka. Begitulah cara mainnya.”
Era baru F1 dimulai dengan spektakuler saat Russell dan Charles Leclerc terlibat pertarungan jarak dekat dan saling salip di 10 lap pertama. Namun, keputusan Ferrari untuk tidak masuk pit saat Virtual Safety Car (VSC) membuat mereka kehilangan peluang meraih kemenangan.
Russell merasa beberapa pembalap terlalu cepat menghakimi regulasi dan mobil baru ini, terutama Norris dan Max Verstappen (Red Bull) yang paling vokal melontarkan kritik dalam beberapa minggu terakhir.
“Kami ini 22 pembalap. Saat kami memiliki mobil terbaik dengan degradasi ban paling minim dan kami merasa paling bahagia, semua orang justru mengeluh balapannya membosankan,” tutupnya.
“Sekarang, ketika pembalap tidak merasa sepenuhnya bahagia (dengan mobilnya), semua orang bilang balapannya luar biasa. Kita tidak bisa mendapatkan semuanya, jadi saya rasa kita harus memberi kesempatan dan melihat hasilnya setelah beberapa balapan lagi.”