Menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji, para jamaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah. Salah satu amalan yang banyak dilakukan adalah i’tikaf hingga waktu syuruq di Masjid Nabawi, sambil menjaga stamina dan kesehatan tubuh.
Suasana pagi di Masjid Nabawi tampak khusyuk dan tenang. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah, banyak jamaah haji memilih untuk tetap berada di masjid dan melakukan i’tikaf hingga matahari terbit (syuruq). Amalan ini menjadi salah satu cara memperbanyak ibadah sekaligus mengisi waktu menunggu puncak pelaksanaan ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Ini kesempatan emas. Selama di Madinah, saya manfaatkan waktu untuk i’tikaf dan memperbanyak salat sunnah,” ungkap seorang jamaah asal Jawa Barat.
Sementara itu, dr. Eka, petugas medis dari Maktour, memberikan imbauan kepada jamaah agar tetap menjaga kondisi tubuh. Menurutnya, meski semangat beribadah tinggi, menjaga stamina adalah hal yang tak kalah penting menjelang puncak ibadah haji.
“Kami mengingatkan jamaah untuk tidak terlalu memforsir diri. Pastikan cukup istirahat dan asupan cairan terpenuhi. Mengingat suhu di Madinah dan Makkah bisa sangat ekstrem,” ujar dr. Eka kepada jurnalis Garuda TV, Forestya Sartika.
Untuk memudahkan akses informasi dan layanan selama berhaji, para jamaah juga disarankan untuk mengunduh aplikasi My Baitullah. Aplikasi ini memberikan berbagai panduan, jadwal kegiatan, hingga tips kesehatan selama berada di Tanah Suci.
Dengan memanfaatkan waktu secara optimal, diharapkan para jamaah dapat meraih haji yang mabrur, sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental agar siap menjalani prosesi puncak ibadah haji dengan lancar.
Caption | Admin: Awan | Sephi
Laporan: Forestya Sartika, langsung dari Madinah, Arab Saudi.