JAKARTA — Kebiasaan menunda pekerjaan atau prokrastinasi masih menjadi tantangan bagi banyak orang, terutama di kalangan pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda. Aktivitas yang seharusnya bisa diselesaikan lebih awal kerap ditunda hingga mendekati tenggat waktu. Jika dibiarkan, kebiasaan ini tidak hanya menurunkan produktivitas, tetapi juga memicu stres dan tekanan mental.
Berbagai sumber pengembangan diri dan psikologi menyebutkan bahwa prokrastinasi dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang diterapkan secara konsisten.
Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan:
1. Kerjakan yang Paling Mudah
Mulailah dari tugas yang paling ringan dan dinilai efektif untuk membangun semangat kerja. Pekerjaan sederhana cenderung tidak membutuhkan energi dan waktu yang besar, sehingga lebih mudah diselesaikan. Ketika satu tugas berhasil diselesaikan, rasa puas akan muncul dan mendorong seseorang untuk melanjutkan ke pekerjaan berikutnya yang lebih kompleks.
2. Jauhkan Segala Distraksi
Gangguan seperti ponsel, media sosial, dan notifikasi aplikasi sering menjadi penyebab utama hilangnya fokus dan menyebabkan prokrastinasi. Menyediakan waktu khusus untuk bekerja tanpa gangguan dapat membantu meningkatkan konsentrasi. Beberapa orang memilih mematikan notifikasi, menjauhkan ponsel dari jangkauan, atau berpindah ke tempat yang lebih tenang agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan optimal.
3. Buat To-do List Checklist
Daftar tugas yang tersusun rapi membantu pekerjaan terasa lebih terarah. Dengan menuliskan apa saja yang harus dikerjakan, beban pikiran menjadi lebih ringan karena tugas tidak hanya tersimpan di ingatan. Setiap checklist yang tercentang juga memberikan kepuasan tersendiri dan meningkatkan motivasi untuk menyelesaikan tugas lainnya.
4. Self-Reward Kecil
Memberi penghargaan pada diri sendiri setelah menyelesaikan pekerjaan dapat menjadi pemicu semangat. Bentuk self reward tidak harus mahal atau berlebihan, cukup dengan istirahat singkat, menikmati makanan favorit, atau melakukan aktivitas ringan yang menyenangkan. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kebutuhan pribadi.
5. Mengingat Konsekuensi
Menyadari dampak dari pekerjaan yang tertunda dapat menjadi pengingat yang efektif. Konsekuensi seperti tenggat waktu terlewat, hasil kerja yang tidak maksimal, hingga risiko sanksi akademik atau profesional perlu dipertimbangkan. Dengan memahami risiko tersebut, dorongan untuk segera menyelesaikan pekerjaan akan semakin kuat.
Dengan menerapkan tips tersebut secara konsisten, kebiasaan prokrastinasi dapat diminimalkan. Upaya ini penting untuk membangun pola kerja yang lebih disiplin, sehat, dan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.