JAKARTA — Istilah Main Character Syndrome (MCS) belakangan ramai digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang merasa dirinya sebagai pusat perhatian dalam setiap situasi. Meski kerap disebut-sebut seperti gangguan psikologis, MCS bukanlah diagnosis medis resmi. Namun, kecenderungan perilakunya cukup mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Dilansir dari Halodoc dan Hello Sehat, terdapat sejumlah ciri yang dapat mengindikasikan seseorang memiliki kecenderungan Main Character Syndrome:
Ciri-ciri Main Character Syndrome
1. Berpusat pada diri sendiri
Individu dengan MCS kerap memandang hidup layaknya sebuah cerita, di mana dirinya berperan sebagai tokoh utama. Akibatnya, perhatian dan kepentingan pribadi sering ditempatkan di atas orang lain.
2. Merasa selalu menjadi sorotan
Ada perasaan seolah-olah dirinya terus diperhatikan, seperti sedang berada di depan kamera. Hal ini membuat penderitanya sulit bersikap spontan dan apa adanya.
3. Kurangnya empati terhadap orang lain
Orang lain sering dianggap kurang penting atau hanya sebagai pelengkap. Sikap kurang empati ini dapat memengaruhi kualitas hubungan sosial yang dijalin.
4. Sulit menerima kritik
Masukan atau kritik kerap dianggap sebagai serangan pribadi. Reaksi yang muncul bisa berupa penolakan, kemarahan, atau enggan mengakui kesalahan.
5. Merasa diri paling penting
Kisah hidup pribadi dipandang lebih bermakna dibandingkan pengalaman orang lain, sehingga kebutuhan dan perasaan sekitar sering terabaikan.
Dampak Main Character Syndrome
Berikut akibat dari sifat MCS pada relasi sosial, dilansir dari Kumparan:
1. Rentan memicu konflik dengan pasangan atau teman
Keinginan untuk selalu menjadi pusat perhatian membuat individu dengan MCS mudah tersinggung jika tidak mendapatkan perlakuan khusus. Hal ini kerap memicu pertengkaran dalam hubungan pertemanan maupun romantis.
2. Terlihat egois dan menyebalkan
Sikap yang terlalu fokus pada diri sendiri, seperti mendominasi percakapan dengan cerita pribadi, dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai dan diabaikan.
3. Kehilangan hubungan sosial yang berkualitas
Jika perilaku ini terus berlanjut, lingkungan sekitar bisa merasa lelah dan memilih menjauh. Padahal, hubungan yang sehat membutuhkan keseimbangan serta kemampuan untuk saling mendengarkan.
Meski tidak tergolong gangguan mental, mengenali ciri dan dampak Main Character Syndrome penting untuk menjaga kualitas hubungan sosial. Kesadaran diri dan empati menjadi kunci agar relasi dengan orang lain tetap sehat dan bermakna.