“Kita datang dari jalan yang tak sama,
Menyusuri tapak dan keyakinan yang berbeck,
Namun tanah membuka dada yang Setara,
tanpa bertanya agama siaps paling mulia.”
Petikan puisi di atas merupakan larik dan bait pembuka dari karya pemenang Lomba Menulis Puisi Solidaritas untuk Indonesia yang diselenggarakan oleh GarudaTV. Puisi karya A’yat Khalili tersebut berhasil meraih juara pertama setelah menyisihkan 2.700 karya yang terkumpul dalam ajang tersebut.
“Saya menulisnya itu memang cukup kilat ya, karena kebetulan kemarin memang ada kesibukan, tapi berkat pertemuan dengan teman-teman dari berbagai penjuru tanah air itulah saya teringat lagi bahwa ada lomba yang kebetulan ide dan gagasannya memang sudah lama saya simpan gitu, yaitu refleksi tentang bencana di berbagai daerah, khususnya di Sumatera kemarin itu,” ujar A’yat pada GarudaTV usai membacakan puisinya dalam acara “Indonesia Kita: Merajut Kebangsaan” di Jakarta, Rabu malam (11/2/2026).
A’yat mengatakan, salah satu alasannya mengikuti lomba tersebut adalah untuk menyatakan rasa empati terhadap bencana yang menimpa masyarakat Indonesia, khususnya Aceh dan Sumatra.
“Paling tidak, bisa menyuarakan empati dari hati tentang apa yang saudara-saudara kita rasakan di Sumatra,” tuturnya.
Lomba menulis puisi ini diikuti oleh lebih dari 2.700 peserta. Dari ribuan karya yang masuk, dewan juri memilih tiga pemenang yang masing-masing mendapatkan apresiasi dan hadiah dari penyelenggara.
