JAKARTA – Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, melontarkan pernyataan keras terhadap Israel di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Timur Tengah. Dalam pernyataan yang disampaikan Kamis malam, Asif menuding Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan” akibat genosida yang disebutnya terus berlangsung.
Pernyataan ini muncul bersamaan dengan meningkatnya intensitas serangan militer Israel ke Lebanon, meskipun upaya diplomatik tengah berjalan pasca tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran dengan Pakistan sebagai penengah.
Kutipan Langsung Menhan Pakistan
“Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon,” ujar Asif melalui platform X.
Lebih lanjut, ia menyoroti korban sipil yang terus berjatuhan. Menurutnya, pembunuhan terhadap warga tak berdosa oleh Israel terjadi secara beruntun, mulai dari Gaza, kemudian Iran, hingga kini Lebanon. Asif juga menegaskan bahwa pertumpahan darah belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Dalam pernyataan yang kontroversial, Asif turut mengutuk pihak-pihak yang dianggapnya bertanggung jawab atas berdirinya Israel di tanah Palestina.
“Pertumpahan darah tak kunjung berhenti,” kata Menhan Pakistan tersebut.
Ketegangan Diplomatik Pascagencatan Senjata
Pernyataan keras tersebut disampaikan Asif menyusul perbedaan interpretasi terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Islamabad dan Teheran. Pakistan dan Iran menilai bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup Lebanon. Namun, Amerika Serikat dan Israel menepis klaim tersebut.
Korban Jiwa di Lebanon Terus Bertambah
Situasi di Lebanon semakin memprihatinkan. Pasukan Israel meningkatkan serangan mereka sejak Rabu (8/4). Data terbaru dari otoritas pertahanan sipil Lebanon mencatat bahwa serangan dalam 24 jam terakhir menyebabkan sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Lebanon merilis akumulasi korban sejak eskalasi dimulai pada 2 Maret lalu. Tercatat 1.888 warga tewas dan 6.092 lainnya cedera akibat meningkatnya serangan ke wilayah tersebut.
Pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan ini mencerminkan semakin kerasnya sikap sejumlah negara mayoritas Muslim terhadap kebijakan Israel di kawasan. Di sisi lain, lonjakan korban jiwa di Lebanon menunjukkan bahwa upaya diplomasi yang tengah berlangsung belum mampu menghentikan pertempuran di lapangan. Dunia internasional kini menanti respons lebih lanjut dari PBB dan negara-negara berpengaruh lainnya untuk mencegah perluasan konflik.