Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengusulkan tambahan anggaran pertahanan sebesar Rp184 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa 9 Juli 2025.
Tambahan anggaran tersebut dinilai penting untuk mengakselerasi pemenuhan postur pertahanan ideal Indonesia serta mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri secara strategis.
Menteri Sjafrie menegaskan bahwa pagu indikatif yang telah ditetapkan Kementerian Keuangan saat ini belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan belanja pertahanan yang bersifat prioritas nasional.
Dalam pemaparannya, Menhan menjelaskan bahwa anggaran tambahan akan dialokasikan untuk sejumlah program penting, seperti modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), pembangunan pangkalan militer di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar, serta penguatan ketahanan pangkalan utama TNI.
Rencana alokasi anggaran ini juga bersifat multi-years, dengan target pembiayaan hingga tahun 2029. Menhan juga menyebut bahwa kondisi geopolitik yang semakin kompleks, termasuk meningkatnya aktivitas militer asing di kawasan Indo-Pasifik, menjadi alasan mendesak untuk memperkuat kesiapan pertahanan nasional.
Caption | Admin : Raihana