JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan kesiapan penuh pemerintah dalam mengantisipasi arus balik Lebaran 2025 di seluruh moda transportasi darat, laut, dan udara. Berbagai langkah telah diambil untuk menjamin kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik.
Salah satu strategi andalan adalah perpanjangan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini memungkinkan pemudik mengatur waktu kepulangan dengan lebih fleksibel, sehingga menghindari kepadatan di tanggal-tanggal kritis.
“Kebijakan WFA menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengatur waktu kembali dengan lebih fleksibel. Kami sangat menganjurkan masyarakat memanfaatkan kebijakan tersebut dalam merencanakan perjalanan arus balik,” tegas Dudy.
Puncak Arus Balik Diprediksi H+5, 6 April 2025
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+5 Lebaran (6 April 2025). Menhub mengimbau para pemudik untuk saling menghargai dan mematuhi aturan lalu lintas guna mencegah kemacetan dan kecelakaan.
“Kami akan mengelola arus balik semaksimal mungkin, seperti halnya arus mudik kemarin. Pelaksanaan arus mudik menjadi catatan dan pembelajaran dalam menyiapkan arus balik. Persiapan sarana dan prasarana tidak ada yang berubah. Kami juga tetap bersiap mengantisipasi penumpukan kendaraan pada waktu-waktu tertentu,” jelasnya.
Apresiasi untuk Semua Pihak
Dudy juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam kesuksesan arus mudik, termasukTNI, Polri, BUMN, dan stakeholder terkait.
“Terima kasih atas kerja sama seluruh stakeholder lintas kementerian, TNI, Polri, BUMN, para pemudik, serta pihak terkait lainnya. Kami harap kerja sama tersebut terus terjalin saat pelaksanaan arus balik,”ucapnya.
Dengan persiapan matang dan sinergi antarinstansi, pemerintah berkomitmen memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman, aman, dan lancer bagi seluruh pemudik.