Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak investor untuk tidak ragu menanamkan modal di Indonesia, dengan menyatakan optimisme terhadap prospek ekonomi dan pasar saham nasional.
Pernyataan ini disampaikan dalam Indonesia Fiscal Forum 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (27/1/2026), di mana ia juga menegaskan komitmen pemerintah menangani hambatan investasi secara serius.
“Kalau Anda investor suka bermain di pasar saham, jangan takut walaupun kemarin turun pasti naik lagi. Karena pada dasarnya IHSG adalah arah ekonomi kita,” kata Purbaya.
Menkeu mengingatkan pengalamannya ketika pernah memproyeksikan IHSG tembus level 9.000 yang sempat diragukan banyak pihak. Ia juga menyebut dalam satu siklus 10 tahun, indeks berpotensi naik hingga empat kali lipat dari level saat ini.
“Kalau sekarang di 8.000-an ya 32.000 itu. Lebih diketawain juga. Tapi Anda boleh ngetawain, tapi jangan lupa investasi. Nanti nyesel,” ujarnya.
Untuk memperkuat kepercayaan investor, Purbaya memastikan pihaknya akan menangani setiap aduan pengusaha melalui sidang terbuka debottlenecking guna menyelesaikan hambatan bisnis.
“Pelapor saya imbau jangan takut untuk mengadukan masalah-masalah apa saja yang mereka hadapi ketika melakukan bisnis di Indonesia. Kami sedang memperbaiki iklim investasi secara serius,” tegasnya.
Dalam sidang debottlenecking yang digelar Senin (26/1/2026), dua kasus dibahas yakni aduan dari Indonesian National Shipowners Association (INSA) terkait penerapan PPh dan PPN atas kapal asing, serta aduan CV Sumber Pangan soal perbedaan kode HS PIR Sandwich Panel.
Per 26 Januari 2026, kanal Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) telah menerima 63 laporan dengan 52 dalam proses.
“Kami akan proses betul-betul. Setiap hasil rapat akan dimonitor jalan atau nggak. Jangan kira kami habis putuskan, kami lupakan,” kata Purbaya.
Target Pertumbuhan 6 Persen
Purbaya juga menegaskan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mencapai 6 persen pada 2026.
“Saya akan dorong terus ekonomi ini ke arah 6% dengan berbagai cara,” ujarnya. Menurutnya, faktor global bukanlah penentu utama kinerja ekonomi Indonesia karena sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi ditopang oleh permintaan domestik.
Kondisi inflasi yang terkendali di kisaran 2,9 persen memberikan ruang bagi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan lebih cepat tanpa khawatir kenaikan suku bunga.
“Saya optimis untuk ekonomi dan pasar saham tahun ini. Anda semua jangan tunggu-tunggu lagi untuk berinvestasi atau melebarkan ekspansi bisnis Anda,” pungkas Menkeu.