JAKARTA – Teheran masih bergolak meski pernyataan Presiden Donald Trump soal gencatan senjata Iran-Israel sudah beredar.
Sejumlah ledakan besar dilaporkan terjadi di ibu kota Iran pada Selasa pagi, sementara pejabat tinggi Iran menegaskan belum ada kesepakatan resmi dengan pihak Israel.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah rentetan ledakan mengguncang wilayah Teheran, Selasa pagi waktu setempat.
Situasi ini terjadi di tengah pernyataan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, yang menyebutkan bahwa Iran dan Israel telah mencapai “gencatan senjata total”.
Namun, bantahan keras segera datang dari Kementerian Luar Negeri Iran.
Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menyampaikan bahwa hingga kini belum terdapat kesepakatan formal antara Iran dan Israel mengenai penghentian konflik bersenjata.
Ia menegaskan, Iran akan menghentikan balasan militer hanya jika Israel lebih dulu menghentikan serangannya terhadap wilayah Iran sebelum pukul 04.00 pagi waktu Teheran.
“Seperti yang telah berulang kali ditegaskan Iran: Israel yang memulai perang melawan Iran, bukan sebaliknya,” kata Araghchi dalam sebuah unggahan di X, Selasa (24/6/2025).
“Sampai saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer,” tambahnya.
Pernyataan Araghchi menegaskan bahwa Iran masih berada dalam posisi defensif namun siap untuk meredakan situasi jika serangan Israel dihentikan segera.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan Iran sejauh ini murni respons atas agresi yang dilancarkan lebih dulu oleh pihak Israel.
Dalam pernyataan lanjutan, Araghchi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pasukan militer Iran atas kesiapsiagaan mereka menghadapi potensi ancaman lanjutan.
Ia menyebut pasukan bersenjata sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan Iran.
“Bersama seluruh rakyat Iran, saya mengucapkan terima kasih kepada Angkatan Bersenjata kita yang berani, yang tetap siap membela negara tercinta kita hingga tetes darah terakhir, dan yang menanggapi setiap serangan musuh hingga menit terakhir,” tulisnya.
Situasi Masih Dinamis
Kondisi di lapangan masih fluktuatif. Belum ada laporan resmi mengenai korban atau dampak kerusakan akibat ledakan di Teheran.
Namun, berbagai video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan cahaya ledakan yang besar dan suara dentuman keras yang menggetarkan langit malam ibu kota Iran.
Pakar hubungan internasional menilai bahwa dinamika ini mengindikasikan jurang persepsi antara apa yang diumumkan oleh pihak eksternal, seperti AS, dan kenyataan politik serta militer yang berlangsung di Iran.
Banyak yang mempertanyakan kredibilitas pernyataan gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh Presiden Trump, terutama tanpa konfirmasi dari kedua belah pihak yang bertikai.
Sementara itu, sejumlah negara menyerukan agar de-eskalasi segera dilakukan guna mencegah meluasnya konflik ke wilayah regional lain yang lebih luas.
Komunitas internasional, termasuk PBB, terus memantau situasi dengan seksama dan mendesak semua pihak untuk menahan diri.***