Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan atlet Indonesia peraih medali emas pada SEA Games 2025 akan menerima bonus sebesar Rp1 miliar. Sementara itu, besaran apresiasi untuk peraih medali perak dan perunggu masih dalam tahap penghitungan dan akan segera dibahas oleh pemerintah.
Erick mengisyaratkan akan ada selisih yang cukup signifikan antara bonus medali emas dan medali lainnya. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang menitikberatkan pencapaian medali emas, bukan sekadar jumlah total medali.
“Belum, nanti kita diskusikan. Tapi yang pasti emas sudah Rp1 miliar. Jangan kaget kalau nanti perbedaannya dengan perak cukup signifikan,” ujar Erick kepada wartawan di Bangkok, Senin (15/12) malam.
Kebijakan bonus Rp1 miliar ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya meminta agar nilai apresiasi bagi peraih emas digandakan dari Rp500 juta.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat melepas kontingen Indonesia di Istana Negara, Jakarta, awal Desember lalu, dan langsung disetujui oleh Menpora serta Menteri Sekretariat Negara.
Erick menegaskan, pemberian bonus bukan semata bentuk penghargaan atas prestasi, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah menjamin masa depan para atlet. Ia memastikan peraih medali perak dan perunggu tetap akan mendapatkan apresiasi yang layak.
“Perak dan perunggu pasti dapat. Mereka sudah berjuang. Ini juga sebagai tabungan dan bekal masa depan atlet,” ujarnya.
Hingga Senin (15/12) malam, kontingen Indonesia telah mengoleksi 52 medali emas, 65 perak, dan 64 perunggu dengan total 181 medali. Indonesia menempati peringkat kedua klasemen sementara, unggul 12 emas atas Vietnam yang berada di posisi ketiga.
Prestasi menonjol salah satunya datang dari lifter Rizki Juniansyah yang meraih medali emas sekaligus memecahkan dua rekor dunia di kelas 79 kilogram putra dengan total angkatan 365 kilogram. Pemerintah menargetkan Indonesia meraih minimal 80 medali emas demi mempertahankan posisi di tiga besar klasemen akhir SEA Games 2025.