Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Wonokromo, Surabaya, Selasa pagi (23/12), dan menemukan pelanggaran Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang langsung ditindaklanjuti.
Dalam sidak tersebut, Mentan Amran mendapati minyak goreng dijual di atas HET pemerintah. “Ini satu-satunya komoditas yang kami temukan melampaui HET. Walaupun selisihnya kecil, tetap tidak dibenarkan. Sekarang bukan lagi sekadar imbauan, tapi langsung penindakan,” tegasnya.
Dari pembelian di dua lapak berbeda, minyak goreng tercatat dijual Rp16.000 per liter, atau sekitar Rp300 lebih mahal dari HET sebesar Rp15.700 per liter. Barang bukti hasil temuan tersebut langsung diserahkan kepada Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur untuk ditelusuri hingga ke tingkat produsen.
BPOM Sita Pangan Ilegal dan Kedaluwarsa Senilai Rp42 Miliar
Pengawasan pangan juga diperkuat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam program Intensifikasi Pengawasan Pangan yang berlangsung pada 28 November–31 Desember 2025, BPOM menemukan pangan ilegal, kedaluwarsa, dan rusak dengan nilai ekonomi lebih dari Rp42 miliar.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menjelaskan, dari pemeriksaan terhadap 1.612 sarana peredaran pangan olahan di 38 provinsi hingga 17 Desember, sebanyak 34,9 persen di antaranya terbukti menjual produk yang tidak memenuhi ketentuan.
Temuan terbesar berasal dari pangan tanpa izin edar, mencapai 73,5 persen dengan nilai ekonomi sekitar Rp1 miliar, disusul produk kedaluwarsa senilai Rp224 juta. Di Padang, Balai Besar POM menemukan 38 jenis produk kedaluwarsa dengan total 510 pieces senilai Rp283.400, terutama minuman sari kacang, pasta, mi, serta minuman serbuk cokelat.
BPOM mencatat produk kedaluwarsa paling banyak ditemukan di wilayah timur Indonesia, seperti Kupang, Ambon, dan Manokwari, yang dipengaruhi panjangnya rantai distribusi.
Pemerintah Siapkan Sanksi Pidana hingga Cabut Izin
Pemerintah memastikan sanksi tegas bagi pelanggar HET. Mentan Amran mengungkapkan, terdapat dua produsen minyak goreng yang terindikasi menaikkan harga di atas ketentuan. “Saya minta ditelusuri sampai ke produsennya, sampai ke pabriknya. Sanksinya bisa pidana hingga pencabutan izin usaha,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/12).
Di sisi lain, Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional Dudung Abdurachman meninjau Gudang Bulog DKI Jakarta dan Banten di Kelapa Gading untuk memastikan ketahanan stok pangan. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan cadangan beras nasional mencapai 3,53 juta ton pada akhir 2025—tertinggi sepanjang sejarah—dan dipastikan aman hingga Ramadan 2026.
“Lebih dari 90 persen harga pangan strategis yang kami pantau berada di bawah HET,” pungkas Mentan Amran.
