LAMPUNG – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan peran vital TNI sebagai penggerak utama pencapaian swasembada pangan dalam waktu satu tahun, dari target awal empat tahun yang dipersingkat menjadi tiga lalu satu tahun atas arahan Presiden.
“Semua ini kita capai karena penggeraknya adalah Bapak Menhan. Kalau bukan beliau, kami tidak yakin bahwa satu tahun kita bisa selesai sempadan,” ungkap Amran saat panen kedelai unggul di Lampung Utara, Rabu (29/10/2025).
Produksi padi nasional mencatat rekor tertinggi sejak Merdeka, dengan kenaikan 4 juta ton per tahun, menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia setelah Brasil. Apresiasi datang dari FAO, USDA, dan BPS. “Ini prestasi tertinggi selama Merdeka. Ini bisa kita lihat produksinya, ini tertinggi selama Merdeka,” tambah Amran.
TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara berkolaborasi luar biasa dalam gerakan ini. Enam menteri pertanian asing, termasuk dari Jepang—untuk pertama kalinya dalam sejarah—berkunjung mempelajari strategi Indonesia. “Ini buah tangan daripada TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara,” kata Amran.
Fokus selanjutnya adalah swasembada kedelai, dengan kesepakatan 10 ribu hektare lahan bersama Kepala Staf Angkatan Laut. Kementerian Pertanian menyediakan benih dan alat mesin, didukung Kantor Staf Presiden (KSP). Uji coba dimulai tahun depan.
Kebijakan Presiden juga menurunkan harga pupuk 20 persen tanpa tambah anggaran, melalui pergeseran subsidi dari hulu ke hilir, hemat Rp14 triliun. Pendapatan 160 juta petani Indonesia melonjak Rp113 triliun.
