ACEH – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/2), untuk memastikan kesiapan hunian bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus mempercepat pemanfaatannya sebelum lebaran.
Di Kabupaten Aceh Utara, Kementerian PU menangani pembangunan total 44 blok huntara. Khusus di Langkahan, sebanyak 5 blok huntara dengan kapasitas sekitar 60 Kepala Keluarga (KK) telah selesai dibangun dan mulai dihuni oleh masyarakat. Pembangunan dilakukan di atas lahan yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, dengan total luas bangunan sekitar 1.440 m² di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian PU bersama penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
“Kita hari ini berkunjung ke salah satu huntara di Aceh Utara yang sudah selesai dibangun oleh Kementerian PU. Disini ada 5 blok, jadi ada sekitar 60 kepala keluarga (KK). Di lokasi lainnya ada lagi sekitar 9 blok. Dengan total huntara yang kita tangani di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 blok. Dan itu kita targetkan sebelum lebaran selesai semua sehingga masyarakat dapat segera masuk,” ujar Menteri Dody.
Menteri Dody mengatakan, percepatan pemanfaatan huntara ini didukung koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kementerian PU, BNPB dan Bupati koordinasinya cepat, data calon penghuni huntara ini juga sudah ada dan lengkap. Sehingga begitu kita selesai membangun, masyarakat bisa langsung masuk,” kata Menteri Dody.
Secara teknis, huntara dibangun menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan yang memungkinkan proses konstruksi berlangsung cepat dan efisien tanpa mengurangi kualitas dan kenyamanan. Setiap unit dirancang menggunakan insulated panel, dan dilengkapi dengan ventilasi, exhaust fan, serta kipas angin untuk menjaga sirkulasi udara tetap baik dan ruangan tidak panas.
Selain unit hunian, kawasan tersebut dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet komunal, area cuci, dapur bersama, instalasi listrik dan pencahayaan, serta jaringan air bersih dan sanitasi. Fasilitas ini disiapkan agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara layak selama menempati hunian sementara.
Menteri Dody juga menjelaskan bahwa progres konstruksi di Langkahan secara umum telah selesai, dengan penyempurnaan minor yang terus dilakukan di lapangan.
“Ini sudah selesai semua, jadi tinggal penyelesaian pekerjaan kecil-kecil. Dalam menyelesaikan satu blok untuk 12 KK, Kementerian PU membutuhkan waktu sekitar 2 minggu,” kata Menteri Dody.
Melalui percepatan pembangunan huntara modular di Langkahan dan sejumlah titik lain di Aceh Utara, Kementerian PU memastikan masyarakat terdampak bencana dapat segera memperoleh hunian sementara yang aman dan layak sembari menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap