JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memperingatkan dunia berpotensi menghadapi konflik global akibat perebutan sumber pangan dalam 15 tahun mendatang. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri acara buka puasa bersama di Gedung Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional (DPP PAN), Jakarta Selatan.
“Bahkan diperkirakan 15 tahun mendatang, orang bisa perang untuk memperebutkan sumber-sumber makan. 15 tahun yang akan datang. Sudah banyak yang berbicara soal ini,” kata Zulhas.
Menurutnya, ancaman krisis pangan global semakin nyata seiring pertumbuhan populasi dunia dan meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Indonesia perlu memperkuat ketahanan pangan nasional melalui kemandirian produksi dalam negeri.
“Karena itu Indonesia harus mempersiapkan diri sejak dini melalui kemandirian pangan dan penguatan produksi dalam negeri,” jelas Zulhas, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN.
Zulhas menekankan bahwa ketergantungan pada pasar bebas berisiko memperlebar ketimpangan. Ia mengingatkan agar kendali ekonomi tidak hanya dikuasai segelintir pihak bermodal besar, karena kondisi tersebut dapat memicu ketidakstabilan sosial.
“Kita harus memperluas akses kendali ekonomi. Kalau hanya diserahkan kepada pasar bebas, yang menguasai nanti hanya yang punya uang,” ujar Zulhas.
Ia menambahkan, “Ini harus ada distribusi kendali ekonomi. Kalau tidak, akan rawan yang kita sebut internal disorder.”
Strategi pemerintah, lanjut Zulhas, berpijak pada prinsip ekonomi Pancasila sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Fokus utamanya adalah mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa untuk mendukung swasembada pangan, swasembada protein, serta pemenuhan gizi bagi seluruh rakyat.
“Sekolah bagus kalau anak kita kurang gizi, stunting enggak bisa. Oleh karena itu gizi asupan nomor satu,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang didorong pemerintah adalah pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai instrumen penguatan ekonomi lokal. Pemerintah juga berencana memberikan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat desa guna meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Maka lahirlah Kopdes, koperasi desa itu tanggung jawab kami,” kata Zulhas.
“Agar kita bisa mandiri dan swasembada. Mandiri swasembada itu kedaulatan, dan kedaulatan itu kehormatan,” tambahnya.
Zulhas juga mengutip visi Bung Hatta mengenai pentingnya pemerataan kemakmuran hingga ke pelosok desa. Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di kota besar, melainkan harus tumbuh di setiap desa.
“Tidak mungkin Indonesia hanya satu mercusuar Jakarta, tapi harus di tiap desa lilin-lilin yang menyala terang,” pungkasnya.
Pernyataan Zulhas tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik dan ancaman krisis global, sebagai langkah preventif untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus kedaulatan bangsa.