JAKARTA – Flavio Briatore mengonfirmasi bahwa Mercedes tengah menjajaki rencana akuisisi saham pada tim Formula 1 Alpine. Merek asal Jerman itu disebut bermaksud memberi 24 persen saham yang saat ini dimiliki oleh Otro Capital, kelompok investasi yang melibatkan Ryan Reynolds, Rob McElhenny, dan pegolf Rory McIlroy.
Otro sebelumnya membayar 233 juta dolar AS untuk saham tersebut pada 2023. Namun, nilai tim Alpine kini melonjak lebih dari dua kali lipat, mencapai sekitar 3 miliar dolar AS. “Setiap hari situasinya berbeda. Tapi yang ingin saya katakan, saya tahu ini negosiasi dari Mercedes – bukan dengan Toto, tapi dengan Mercedes – dan kita lihat saja nanti,” ujar Briatore dalam konferensi pers di GP China, dilansir dari Motorsport, Jumat (13/3/2026).
Ia menambahkan, “Saat ini, kami memiliki tiga atau empat calon pembeli – jangan lupa, kita berbicara tentang saham Otro, tidak ada hubungannya dengan Alpine. Ada beberapa kandidat yang siap untuk melakukan kesepakatan.” Mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, disebut termasuk dalam daftar calon pembeli.
Briatore menegaskan dirinya tidak tertarik membeli saham tersebut. “Tidak, tidak, tidak. Saya hanya melihat apa yang terjadi dan mengamati perkembangannya. Kami tidak berkomunikasi dengan Otro saat ini. Jadi, jika ada yang membeli saham tersebut, kami akan sangat senang,” katanya.
Alpine sendiri akan beralih menggunakan mesin Mercedes mulai musim F1 2026, setelah menghentikan program unit daya internal. Langkah ini menjadi syarat Briatore untuk kembali sebagai penasihat dan bos tim de facto.
Ketika ditanya soal potensi pengaruh Mercedes terhadap operasional Alpine, Briatore menjawab, “Saya rasa begitu. Red Bull telah menjadi pelopor dalam 10 atau 15 tahun terakhir dengan memiliki dua tim di F1. Dan seperti yang saya katakan, Mercedes ingin membeli 24% saham Otro. Biasanya di satu perusahaan, 75% yang menentukan dan 25% adalah penumpang. Dan inilah kenyataannya.”
Kepala tim Audi, Jonathan Wheatley, menilai tidak ada konflik kepentingan dalam rencana tersebut. “Olahraga ini memiliki tata kelola yang sangat, sangat jelas. Sejujurnya, saya tidak melihat adanya konflik kepentingan atau kekhawatiran dari pihak kami sama sekali. Hanya menonton, makan popcorn, dan menikmati pertunjukannya,” ujarnya.
Briatore pun menutup dengan candaan, “Pastikan popcornnya panas.”