JAKARTA – Unit tenaga anyar Red Bull Powertrains/Ford mencuri perhatian setelah tampil impresif dalam uji coba musim dingin di Bahrain. Reb Bull Racing dan Racing Bull disebut mendapatkan banyak waktu mengemudi, memunculkan pertanyaan apakah mesin tersebut mampu menyaingi Mercedes dan Ferrari.
Pendapat di kalangan Formula 1 pun terbelah. Tim-tim papan atas saling menuduh melakukan “gertakan terencana” agar tidak membuka strategi sebelum sesi latiahn terakhir di Albert Park, Melbourne.
Dilansir dari Speedweek, Minggu (22/2/2026), Kepala tim Mercedes, Toto Wolff, menilai Red Bull Powertrains/Ford unggul dalam penyaluran energi, bahkan menyebut kelebihan “hingga satu detik per putaran”. Namun, sejumlah rival Mercedes percaya tim itu tidak pernah meningkatkan tenaga mesin di Bahrain.
James Vowles, bos Williams, berpendapat: “Red Bull telah mengalami penurunan performa.” Ia menambahkan, “Permainan sedang berlangsung. Red Bull terlihat sangat bagus sampai kita membicarakan unit daya mereka. Sejak saat itu, mereka telah mengurangi performa secara signifikan.”
Vowles juga menyoroti kekuatan tim lain. “Ferrari? Kerja bagus sekali. Mereka menghadirkan inovasi-inovasi hebat, mereka terus berkembang, mereka sudah kompetitif saat ini. Mercedes sangat kuat sejak awal, Anda tidak bisa mengabaikan mereka.”
Menurutnya, bahkan orang dalam paddock sulit menilai situasi sebenarnya karena pengaturan mesin dan jumlah bahan bakar yang dimainkan tim. “Selain itu, kita akan melihat lebih banyak variasi dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya, tergantung pada karakteristik mesin dan mobil tim. Bahkan jika Ferrari memenangkan balapan di Bahrain, itu tidak berarti mereka akan mampu melakukannya di Melbourne.”