JAKARTA – Juri di New Mexico pada Selasa (24/3/2026) memerintahkan Meta membayar denda perdata sebesar $375 juta setelah dinyatakan bersalah menyesatkan konsumen terkait keamanan platform-nya dan memungkinkan terjadinya tindakan merugikan, termasuk eksploitasi seksual anak. Putusan ini menjadi persidangan juri pertama yang menyatakan Meta bertanggung jawab atas aktivitas di platformnya.
“Putusan juri ini merupakan kemenangan bersejarah bagi setiap anak dan keluarga yang telah membayar harga atas pilihan Meta yang mengutamakan keuntungan daripada keselamatan anak-anak,” kata Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, dilansir dari The Guardian, Rabu (25/3/2026). Ia menambahkan, “Para eksekutif Meta tahu bahwa produk mereka membahayakan anak-anak, mengabaikan peringatan dari karyawan mereka sendiri, dan berbohong kepada publik tentang apa yang mereka ketahui. Hari ini, juri bergabung dengan keluarga, pendidik, dan pakar keselamatan anak dalam mengatakan cukup sudah.”
Persidangan berlangsung hampir tujuh minggu dengan menghadirkan saksi dari berbagai latar belakang, termasuk ahli keselamatan anak serta mantan dan karyawan Meta saat ini. Juri hanya membutuhkan waktu satu hari untuk mempertimbangkan putusan.
“Ini kemenangan besar bagi jaksa agung New Mexico. Juri yang dipimpinnya bahkan tidak berunding terlalu lama,” ujar John W Day, mantan wakil jaksa wilayah New Mexico. Ia menilai kasus ini membuka pintu bagi litigasi, reformasi, dan regulasi lebih lanjut terhadap media sosial.
Meta juga menghadapi gugatan terpisah di Los Angeles, di mana ratusan keluarga dan distrik sekolah menuduh perusahaan teknologi besar, termasuk Snap, TikTok, dan YouTube, merugikan anak-anak dengan merancang platform agar membuat pengguna muda kecanduan. Gugatan tersebut menyoroti dampak serius terhadap kesehatan mental, mulai dari depresi hingga gangguan makan. Snap dan TikTok telah mencapai kesepakatan, sementara Meta dan YouTube masih memperdebatkan klaim di pengadilan. Semua perusahaan membantah melakukan kesalahan.